Jakarta, MobilKomersial.com - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mensosialisasikan wacana kebijakan Zero over dimension over load (ODOL). 

Namun, di tengah upaya keras Kemenhub menghilangkan truk-truk ODOL di jalanan pada tahun 2021, Kementerian Perindustrian justru meminta agar kebijakan itu ditunda atau ditangguhkan dulu.

Permintaan tersebut disampaikan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita kepada Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi melalui surat bernomor 872/M-IND/12/2019 bertanggal 31 Desember 2019. 

Baca juga : Awas, Karoseri yang Desain Truk Over Dimensi Bakal Ditindak Tegas

Dalam surat yang salinannya diperoleh MobilKomersial.com pada Jumat (10/1/2020), Kemenperin meminta agar pelaksanaan Zero ODOL oleh Kemenhub ditunda hingga 2025.

"Kiranya saudara dapat mempertimbangkan dan meninjau kembali pemberlakuan kebuakan Zero ODOL secara penuh pada tahun 2021 serta menyesuaikan waktunya hingga industri siap pada tahun 2023-2025 dengan memperhatikan jenis dan karakteristik dari industri," tulisnya dalam surat bertanggal 31 Desember 2019 tersebut.

Intinya, kendati mendukung pemberlakuan larangan truk ODOL, namun Kementerian Perindustrian meminta agar Menteri Perhubungan mempertimbangkan lagi tenggat tersebut. 

Share :

Pelabuhan Banjir, Pengusaha Truk Kehilangan Rp 30 Miliar per Hari

Kegiatan bongkar muat truk di pelabuhan Tanjung Priok terganggu lantaran armadanya terendam banjir yang juga berpotensi merugi karena truk tak bisa beroperasi.

Read More
Perbanyak Jembatan Timbang Bisa Jadi Solusi Cegah ODOL

Hingga saat ini masalah untuk kendaraan ODOL tak kunjung menemukan solusi.

Read More
Diam-diam, Penjualan Truk FAW Naik Terus Tiap Tahun

Meski senyap, tapi dalam tiga tahun terakhir, penjualan truk FAW terus bertumbuh. Truk-truk besutan pabrikan asal Changchun, Cina, itu penjualannya terus beranjak naik.

Read More
honda

Terkini

Terpopuler