Jakarta, MobilKomersial.com - Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Darat, berinisiatif untuk mengkaji penggunaan kendaraan sepeda bertenaga listrik yang ramah lingkungan seperti, sepeda listrik, otopet, skuter dan kendaraan sejenis di kawasan perkotaan.

Dengan mengundang stakeholder terkait pada FGD, membahas tentang Penggunaan Personal Mobility Device Kendaraan Listrik sebagai Moda Transportasi First & Last Mile di Indonesia baru-baru ini di Jakarta.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, masyarakat perkotaan membutuhkan angkutan First Mile, yaitu moda transportasi yang digunakan untuk bepergian dari titik asal atau tempat tinggalnya menuju ke titik transit dari angkutan massal. Kemudian, dari titik transit angkutan massal berikutnya ke tempat tujuan akhir atau biasa disebut dengan Last Mile.

Angkutan tersebut disebut sebagai Personal Mobility Device, yaitu suatu sarana bertenaga listrik seperti sepeda listrik, otopet, skuter dan kendaraan sejenis, yang digunakan untuk mengangkut orang dengan kecepatan tidak melebihi 25 km per jam di wilayah operasi dan atau lajur tertentu.

Baca juga : Kemenhub Undur Kebijakan Zero ODOL Jadi Tahun 2022

Beberapa bulan yang lalu sempat terjadi ekses dari penggunaan angkutan tersebut, dimana ternyata digunakan tidak semestinya dari tujuan semula dan tidak disertai dengan suatu rambu-rambu dan belum didukung dengan prasarana yang baik.

"Oleh karenanya, kami mengundang pihak terkait yang pernah menggunakan angkutan tersebut, untuk membahas bagaimana itu baiknya kecepatan, prasarana, tanda-tanda, dan pengaturannya dilakukan,” jelas Menhub.

Menhub menjelaskan, tantangan terbesar yang dihadapi Personal Mobility Device kendaraan listrik adalah terkait aspek keselamatan.

Share :

Pertamina Terapkan Aturan Pembatasan Konsumsi Biosolar di Aceh

Konsumsi BBM subsidi jenis Biosolar setiap tahun menunjukkan peningkatan

Read More
Keringanan Kredit Kendaraan Mulai Berlaku Hari Ini, Benarkah Menguntungkan?

Keringanan kredit adalah salah satu dari beberapa program yang diandalkan pemerintah, saat kondisi masyarakat bawah tertekan akibat pandemi corona.

Read More
Daihatsu Pangkas Jam Kerja di Pabrik Antisipasi Covid-19

Karyawan pabrik bisa tetap tinggal di rumah secara bergantian. Walaupun mereka hanya bekerja 2 hari sekali, upah karyawan tetap dibayar penuh.

Read More