Jerman Tunda Pembatasan Emisi Kendaraan

Mobkom-Image-Jerman Tunda Pembatasan Emisi Kendaraan
Mobkom-Image-Jerman Tunda Pembatasan Emisi Kendaraan
Foto: Leftlane News

Kanselir Jerman, Angela Merkel, telah meyakinkan Uni Eropa untuk secara bertahap memperketat standar ekonomi yang diumumkan Juni lalu. Uni Eropa awalnya ingin semua mobil passanger keluaran terbaru hanya menghasilkan emisi 95 gram CO2 per kilometer (59 mpg dalam siklus Eropa Gabungan) pada tahun 2020. Namun, Jerman tampaknya menunda pembatasan emisi kendaraan tersebut.

Pasalnya, hal tersebut adalah sebuah perubahan yang drastis, jika melihat dan membandingkan dengan norma-130 gram yang diterapkan saat ini. Pendukung kebijakan mengklaim dengan memproduksi mesin bersih akan memperlambat pemanasan global, menghemat uang pengemudi pada konsumsi bahan bakar dan membuat mobil Eropa lebih kompetitif di kancah global.

Di bawah rencana baru yang dipelopori oleh Merkel dan diadopsi oleh 28 negara anggota Uni Eropa pada pertemuan di Luxemburg, hanya 80 persen dari armada pembuat mobil passanger yang akan diperlukan untuk standar emisi 95 gram CO2 per kilometer pada 2020. Jumlah ini akan tumbuh sebesar lima persen per-tahun, hingga mencapai 100 persen pada 2024. Tempo tersebut memberikan para pembuat mobil waktu untuk mengembangkan teknologi yang dibutuhkan untuk membawa model terbaru, terhebat dan terkuat mereka sebagai jawaban dari norma-norma tersebut.

Sebagai seorang pengamat industri otomotif Jerman dari masa ke masa, Merkel menjelaskan dia melihat kebutuhan untuk mobil yang lebih bersih, tetapi yakin jika pembatasan 95-gram dalam sekejap akan membuat para pelaku industri otomotif mengeluarkan uang yang terlalu banyak dan membuat mereka kurang kompetitif dalam skala dunia, yang secara personal menaruh banyak jenis pekerjaan di dalam bahaya. Dia tidak yakin jika Uni Eropa harus lebih ketat pada industri otomotif mereka daripada benua-benua yang lain pda kebijakan mereka. (MOS)

Editor: Anton Ryadie

 

Tinggalkan Balasan