Ketersediaan BBG Ancam Penambahan Armada Transportasi di DKI

Mobkom-Image-Ketersediaan-BBG-Ancam-Penambahan-Armada-Transportasi-di-DKI
Mobkom-Image-Ketersediaan-BBG-Ancam-Penambahan-Armada-Transportasi-di-DKI
Foto: Dedi Sofyan

Rencana Pemerintah DKI Jakarta untuk mendatangkan armada transportasi umum tambahan sebanyak 8.000 unit angkutan kota pada akhir 2013 hingga 2014 terancam mangkrak. Ditengarai faktor yang menyebabkan terjadinya hal itu adalah soal ketersediaannya bahan bakar gas di Ibukota.

Situasi tersebut dipaparkan Gubernur DKI Joko Widodo, saat menerima kunjungan kerja anggota Komisi VII DPR RI di Ballroom Balaikota, awal pekan ini. Kepada para wakil rakyat, Jokowi mengungkapkan kekhawatirannya sekaligus meminta bantuan DPR RI. Menurutnya, saat ini kebutuhan gas untuk angkutan di DKI mencapai 13,1 micro monitoring station (MMS). Setelah ribuan bus datang, kebutuhannya dipastikan meningkat. Kira-kira menjadi 23,1 MMS.

“Akhir tahun sampai 2014 akan datang 1.000 bus Transjakarta, 3.000 bus sedang, dan 4.000 bajaj berbahan bakar gas. Itu berarti kita membutuhkan suplai BBG yang tidak sedikit,” lanjut Jokowi.

Jokowi menambahkan, untuk mendukung terlaksananya kebijakan ini Pemprov DKI telah meneken MoU dengan sejumlah perusahaan penyedia BBG, mulai dari Perusahaan Gas Negara, Pertamina,  dan bekerja sama dengan Kementerian Energi, Sumber Daya Mineral. Kesanggupan mereka untuk menyediakan BBG bagi ribuan angkutan tersebut menjadi salah satu keyakinan sang gubernur akan tetap mendatangkan 8.000 angkutan ber-BBG ini. “Jika memang tak cukup, terpaksa kita akan optimalkan dengan MRU (Mobile Refueling Unit),” kata Jokowi.

Penambahan armada baru di Jakarta ini sebagai tindakan lanjut dari pemprov DKI menyikapi masalah kemacetan yang sudah meresahkan. Ditambah dengan adanya program mobil murah LCGC dari pemerintah pusat yang ditengarai akan memperparah kepadatan kendaraan di Jakarta. Menyikapi hal ini, Jokowi dan Pemprov DKI telah menyiapkan armada angkutan baru yang akan beroperasi mulai tahun depan. (MOS)

Editor: Anton Ryadie

 

Tinggalkan Balasan