Toyota Siap Luncurkan Teknologi Mesin Terbaru

Mobkom-Image-Toyota Siap Luncurkan Teknologi Mesin Terbaru
Mobkom-Image-Toyota Siap Luncurkan Teknologi Mesin Terbaru
Foto: Industry Week

Tak menunggu tempo lama, Toyota akan meluncurkan beragam teknologi mesin terbaru.  Diungkapkan Koei Saga, senior managing officer in charge of drivetran research and development Toyota, saat ini mereka banyak berinvestasi pada mesin-mesin turbo, riset kapasitas mesin yang lebih besar, mesin-mesin dengan siklus Atkinson yang sangat efisien, sistem transmisi CVT dan sistem transmisi otomatis.  Tidak ketinggalan teknologi hybrid baru dan fuel cell.

“Toyota berbeda dengan pabrikan lain yang memilih memperkecil kapasitas mesin untuk efisiensi dan memasang turbo untuk mendapatkan tenaga. Kami justru menambah kapasitas mesin namun mengubah siklusnya dari Otto menjadi Atkinson,” beber Saga.

Ditambahkan Saga, dengan cara itu didapat efisiensi terbaik namun tetap tidak kehilangan power. Mesin Atkinson mungkin tidak bisa memberi angka horsepower yang besar, dibandingkan mesin-mesin Otto (mesin konvensional menggunakan siklus Otto), namun peningkatan efisiensi termal bisa menghasilkan akselerasi kuat dan efisiensi lebih baik.

Toyota saat ini juga sedang menguji penggunaan injeksi air atau uap untuk meningkatkan efisiensi pembakaran mesin-mesin turbo. Namun kendalanya, kata Saga, butuh komputer raksasa untuk menghitung rasio bensin-udara terbaik untuk water-injected turbo.

Toyota juga akan melakukan pengembangan transmisi CVT.  Saga menilai pengembangan CVT sangat penting dan krusial.  Penggunaan CVT bisa dilihat pada Toyota Corolla. “Toyota Corolla CVT  memiliki akselerasi yang luarbiasa. Pengemudi merasa mereka menggunakan mobil dengan sistem transmisi otomatis yang bagus,” terangnya Saga.

Teknologi baterai untuk hybrid juga terus dikembangkan. Toyota tetap bertahan dengan Nickel Metal Hydride –terbilang lawas dibandingkan Lithium Ion yang umum dipakai sekararng. “Lithium Ion bisa memberikan energi listrik yang sama dengan ukuran 30 persen lebih kecil. Tapi umur pakai dan durabilitas tetap jadi keunggulan Nickel Metal Hydride,” terangnya.  Saat ini, hanya Prius Plug-in yang menggunakan Lithium Ion.

Toyota pun tetap menjadwalkan peluncuran mobil berbahan bakar hidrogen pada 2015. Teknologi fuel cell sudah cukup mapan. Artinya, dari sisi teknologi lagi sudah aman. Yang jadi tantangan adalah harga. Saat pertamakali prototipe mobil fuel cell dibuat, harganya mencapai USD 1 juta. Seiring waktu, ditemukan banyak terobosan sehingga harganya kini diharapkan bisa mencapai USD 50 ribu pada 2015. Dan bisa terus turun hingga separuhnya pada 2020. (ATN)

Editor: Anton Ryadie

Tinggalkan Balasan