China Jadi Kancah Perang Varian Listrik dan Hidrogen

Mobkom-Image-China-Jadi-Kancah-Perang-Varian-Listrik-dan-Hybrid
Mobkom-Image-China-Jadi-Kancah-Perang-Varian-Listrik-dan-Hybrid
Foto: Asian Correspondent

Raksasa otomotif seperti Volkswagen AG, BMW dan Daimler, melihat masa depan China sebagai pasar kendaraan listrik yang menjanjikan. Semua itu didorong kebijakan pemerintah yang sejalan dengan rencana para pabrikan otomotif itu. Namun begitu, perang baru saja dimulai, karena pabrikan otomotif asal Asia juga gencar menawarkan varian hidrogen di negara tersebut.

Tengok saja, Toyota Motor dan Honda Motor telah meluncurkan mobil berbahan bakar hidrogen di ajang Tokyo Motor Show  dan Los Angeles Motor Show. Kedua pabrikan otomotif kelas berat asal Jepang ini berencana untuk mulai menjual kendaraan hidrogen mereka pada tahun 2015, menyikat habis produksi mobil listrik dari pabrikan Eropa. Bahkan, Hyundai baru-baru ini pun mengumumkan rencana untuk menjual mobil bertenaga hidrogen, ix 35 SUV, di AS mulai tahun depan.

“Toyota yakin pasar otomotif  tidak mungkin secepat ini beralih ke kendaraan listrik,” uja Yale Zhang, kepala konsultan otomotif Foresight yang berbasis di Shanghai. Ia menambahkan, salah satu yang paling ambisius dalam pertaruhan mobil listrik di China adalah Volkswagen. Volkswagen mengatakan berencana untuk meluncurkan kurang lebih 15 varian hybrid pada tahun 2018.

BMW dan mitra lokalnya, Brilliance Auto, mengembangkan bersama sistem baterai mobil untuk kendaraan listrik di Guangzhou. Kedua perusahaan ini berencana untuk memulai penyewaan mobil di China tahun depan. Daimler pun mengatakan siap meluncurkan mobil listrik di Negeri Tirai Bambu itu tahun depan. Salah satu merek terbaru mereka adalah Denza.

Kebijakan pemerintah China yang menargetkan penggunaan 5 juta kendaraan dengan energi terbarukan pada tahun 2020 –lah yang mendorong  perang antara kendaraan listrik dan hybrid ini terjadi. (ATN)

Editor: Anton Ryadie

Tinggalkan Balasan