General Motors Hentikan Produksi di Australia

Mobkom-Image-General-Motors-Hentikan-Produksi-di-Australia
Mobkom-Image-General-Motors-Hentikan-Produksi-di-Australia
Foto: Leftlane News

General Motors (GM) telah mengkonfirmasi rumor yang beredar luas bahwa mereka berencana untuk menghentikan produksi dan pengembangan kendaraan di Australia selama beberapa tahun ke depan.

Diiringi dolar Australia yang meroket, GM mengatakan bahwa operasinya di Australia-seperti juga yang dilakukan saingan mereka, Ford- terlalu mahal untuk dipertahankan. Ford mengumumkan awal tahun ini bahwa mereka akan menarik diri dari Australia setelah 2016. Sedangkan Opel, bahkan GM, memutuskan bahwa mereka tidak memiliki masa depan di Australia.

Diungkapkan Kepala Holden, Mike Devereux, hal tersebut telah menjadi keputusan yang sulit, mengingat sejarah panjang dan membanggakan Holden dalam membangun kendaraan di Australia.  “Sepanjang sejarah, kami berdedikasi untuk bekerja sama dengan tim, serikat pekerja dan masyarakat setempat, bersama dengan pemerintah federal dan negara, untuk mendukung produksi kami,” kenang Mike.

Meskipun sang pembuat mobil mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mempertahankan nama Holden yang telah menjadi bagian dari lanskap Australia sejak tahun 1908, perkembangan menunjukkan bahwa produksi beberapa varian mereka akan dihentikan.

“Kami benar-benar mendedikasikan diri untuk memperkuat operasi global kami, sementara itu kami juga terus memenuhi kebutuhan pelanggan kami,” kata Chairman dan CEO GM, Dan Akerson. “Keputusan untuk mengakhiri manufaktur di Australia mencerminkan badai yang sempurna dari pengaruh negatif wajah industri otomotif dalam negeri, termasuk nilai dolar Australia, biaya produksi yang tinggi, pasar domestik yang kecil dan bisa dibilang pasar mobil yang paling kompetitif dan terfragmentasi di dunia,” ungkap Dan Akerson.

GM mengatakan mereka akan menghentikan produksi setelah 2017. Akibatnya , hal itu akan menghilangkan matapencaharian sekitar 2.900 pekerja, 1.600 orang dari pabrik di Elizabeth dan 1.300 pekerja dari negara bagian Victoria. (DD)

Editor: Anton Ryadie

Tinggalkan Balasan