BYD Siap Bertarung di Pasar Otomotif AS

Mobkom-Image-BYD-Siap-Bertarung-di-Pasar-Otomotif-AS
Mobkom-Image-BYD-Siap-Bertarung-di-Pasar-Otomotif-AS
Foto: Leftlane News

BYD (Build Your Dreams) telah menjadi mobil China terbaru yang mengumumkan rencananya untuk memasuki pasar ritel AS dalam waktu dekat. Setelah melalui berbagai cobaan, termasuk peluncuran di  AS yang gagal pada tahun 2010 dan reorganisasi tiga tahun, BYD mengatakan mereka kini kembali ke jalur dan akan mulai menjual mobil di Amerika pada akhir 2015.

“Kami kembali memiliki gairah, tapi kami tidak punya merek, tidak ada sejarah, tanpa modal dan tidak ada keunggulan kompetitif , ” kata Stella Li , wakil presiden senior operasi merek AS. “BYD telah menjadi lebih modis dan kami telah meningkatkan desain dan fitur keselamatan. Kami tidak ingin bersaing di harga lagi, tetapi pada kualitas dan inovasi,” paparnya.

BYD hampir merupakan satu-satunya produsen mobil China yang mengincar pasar AS. Geely, yang merupakan anak perusahaan Volvo, bermaksud  melakukan hal ini pada tahun 2016, dengan model dikembangkan bersama dengan anak perusahaan Swedia tersebut. Produsen SUV terbesar di China, Great Wall Motors, tahun lalu juga mengisyaratkan bahwa mereka akan membuka jalan di Amerika Serikat pada tahun 2015.

BYD berencana memulai debut di AS dengan empat model, termasuk varian plug-in sedan hybrid yang dikenal sebagai Qin. Dinamakan seperti  dinasti yang didirikan oleh kaisar yang menyatukan Cina, Qin, BYD tampak fokus pada kendaraan listrik, dengan mengaplikasi dua motor listrik di samping mesin turbocharged empat silinder berkapasitas 1.5 liter.

BYD mengklaim bahwa Qin mampu berlari dari nol – ke – 60 mph dalam 5,9 detik. Di China, di mana varian ini mulai dijual bulan lalu, sedan ini dibanderol mulai 189.800 yuan atau sekitar 31,400 dolar AS sebelum subsidi pemerintah.

Meskipun peluncuran ritelnya berhasil pada tahun 2010, BYD telah mampu menjual sejumlah kecil bus listrik untuk pembeli komersial di Amerika Serikat. Dengan bantuan subsidi pajak, mereka telah membuka pabrik di Lancaster, California, yang akan mulai memproduksi bus listrik pada bulan Maret. (DD)

Editor: Anton Ryadie

Tinggalkan Balasan