DOT dan NHTSA Kenalkan Teknologi V2V

Mobkom-Image-DOT dan NHTSA Kenalkan Teknologi V2V
Mobkom-Image-DOT dan NHTSA Kenalkan Teknologi V2V
Foto : Autoblog

Departemen Perhubungan (DOT) dan Nasional Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) hari ini mengumumkan bahwa teknologi Vehicle to Vehicle (V2V) akan datang ke semua mobil baru.

Seperti dilansir Autoblog, ide dasar di balik teknologi ini adalah untuk menciptakan kendaraan harus bisa berbagi dengan kendaraan lain mulai dari data kecepatan,dan kecelakaan yang akan terjadi.

Selain itu, teknologi ini memiliki keistimewaan yakni mampu menginformasikan sampai jarak ratusan meter.

Pemerintah federal tertarik dengan teknologi V2V dan akan mulai bekerja pada apa aturan untuk memperkenalkan teknologi ini untuk masa depan. Meskipun gambar Departeman of Transfortasi (DOT) tidak menyediakan adanya  pengumuman tentang V2V untuk kendaraan yang lebih besar,aan ringan.

Menteri Transportasi Amerika Serikat, Anthony Foxx mengungkapkan,pihaknya sudah menekankan sudut keamanan teknologi V2V dapat membantu pengemudi menghemat bahan bakar.

“Indikasi awal menunjukkan V2V memiliki potensi untuk membantu pengemudi menghindari 70-80 persen dari kecelakaan kendaraan melibatkan pengemudi utuh,” jelasnya.

Administrasi NHTSA, David Friedman mengatakan, pihaknya dapat percaya bahwa teknologi V2V akan mewakili kemajuan dalam transportasi jalan raya yang dicocokkan dengan  pengembangan sistem jalan raya antar negara itu sendiri.

Ditempat terpisah, Asosiasi Global Mobil CEO Michael Stanto juga menambahkan, Teknologi ini memiliki potensi pita frekuensi 5,9 GHz V2V yang bisa digunakan oleh beberapa perangkat Wi-Fi.

“Kami khawatir bahwa membuka pita frekuensi 5,9 GHz kepada pengguna nirkabel lainnya bisa menyebabkan gangguan yang merugikan dan mempengaruhi integritas komunikasi keselamatan V2V,” jelasnya.

DOT telah menguji teknologi V2V selama bertahun-tahun tetapi tidak mengumumkan setiap waktu beton untuk pengenalan V2V dalam mobil dan hanya menyebut kerangka waktu.

Pengumuman ini hanya dapat mempercepat kedatangan mobil otonom, terlepas dari kenyataan bahwa teknologi saat ini tidak termasuk bit V2V yang berinteraksi dengan mekanisme kontrol kendaraan. (DD)

Editor : Edwardson

 

Tinggalkan Balasan