Ramah Lingkungan dengan Kaca Film?

mobkom-image-ramah-lingkungan-dengan-kaca-film
mobkom-image-ramah-lingkungan-dengan-kaca-film
Foto : APS

Kaca film mobil selain berfungsi sebagai pemanis tampilan, sebenarnya juga mempengaruhi efisiensi bahan bakar dan ramah lingkungan. Namun ada syaratnya, yaitu yang memiliki kemampuan mereduksi energi kalor atau panas, serta sanggup menangkal sinar ultraviolet (UV) yang mumpuni dan tidak asal gelap saja.

Saat ini tersedia beberapa alternatif pilihan berdasarkan tingkat kegelapan kaca film, tentunya yang punya kemampuan mereduksi panas (inisial yang biasa tertera pada spesifikasi kaca film bertuliskan IR / Solar Spectrum) mulai 30-77 persen. Adapula jenis kaca film dengan tampilan agak transparan (clear) namun mampu menepis panas dari luar kabin hingga 58 persen, dan umumnya punya banderol lebih mahal ketimbang versi gelap. Selain itu, perhatikan pula kemampuan menolak radiasi sinar UV (ultraviolet) yang salah satu efeknya dapat merusak jaringan kulit manusia.

Jika pemilihan produk kaca film sudah tepat, dengan kemampuan meredam panas yang baik serta punya daya tolak terhadap radiasi UV mumpuni, dijamin kabin mobil Anda lebih cepat sejuk meski putaran blower AC masih di level minimum (1 atau 2). Kesehatan tubuh Anda juga akan lebih terjaga karena terhindar dari sengatan radiasi sinar UV.

Kondisi ini lah yang menjadikan kerja sistem pendinginan kabin lebih ringan untuk mencapai suhu yang diinginkan. Hal ini berdampak langsung pada penghematan pemakaian bahan bakar, lantaran kerja kompresor AC menjadi tidak berat yang secara otomatis akan mengurangi konsumsi BBM. Selain itu juga lebih ramah lingkungan, karena kerja kompresor tak terlalu berat yang secara otomatis akan membuat pemakaian freon tidak berlebihan sehingga tak merusak ozon.

Tinggalkan Balasan