Pembatasan BBM bersubsidi Dorong Pasar LCGC

image-mobkom-pembatasan-bbm-bersubsidi-dorong-pasar-lcgc
image-mobkom-pembatasan-bbm-bersubsidi-dorong-pasar-lcgc
Foto : Amos Anugrah

Jakarta, MobilKomersial.com – Jongkie D. Sugiarto, Ketua 1 Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) meyakini bahwa pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan dorong pertumbuhan pasar otomotif, terutama di segmen low cost green car (LCGC) di Indonesia.

Menurut Jongkie, meski saat ini sudah banyak industri otomotif yang menghadirkan produk berteknologi irit bahan bakar, namun teknologi yang diterapkan pada seluruh model kendaraan LCGC lah yang paling mumpuni untuk menghemat bahan bakar bersubsidi.

Mengapa LCGC disebut paling tepat sebagai mobil irit bahan bakar? Jawabannya sederhana, karena mesin bensin pada mobil LCGC dirancang untuk menggunakan jenis BBM yang semestinya harus dikonsumsi. Yaitu bahan bakar dengan kadar oktan tinggi, sekelas Pertamax, yang notabene lebih ramah lingkungan dan merupakan bensin non-subsidi.

Jongkie juga menambahkan, melalui kebijakan ini LCGC berpotensi mendongkrak pertumbuhannya, karena segmen ini punya kapasitas untuk pembatasan bahan bakar bersubsidi. Meski begitu, tidak serta-merta terjadi shifting (pergeseran) ke pasar LCGC. Setidaknya dengan kebijakan pembatasan BBM bersubsidi ini, peluang perkembangan pasar LCGC akan semakin terbuka lebar selama para pemain mampu memanfaatkan isu ini.