Sistem Pembayaran ERP Seperti Pengisian Pulsa Handphone

image-mobkom-Penggunaan OBU Q-Free Seperti Pengisian Pulsa Handphone
image-mobkom-teknologi-erp-diklaim-mampu-mendeteksi-mobil-dengan-kecepatan-200-km-per-jam
Foto : Wilfridus Kolo

Jakarta, MobilKomersial.com –  Saat ini warga Ibu Kota akan diberikan kebijakan terkait masalah penanganan kemacetan, yaitu dengan diterapkannya Electrinic Road Pricing (ERP). dalam pelaksanaannya, sensor yang berada di gate ERP akan terhubung dengan On-Board Unit (OBU) yang merupakan alat pendeteksi prabayar yang berada di dalam mobil.

Menggandeng vendor asal Norwegia, Q-Free yang telah mempunyai reputasi mentereng terkait jalan berbayar (ERP), tentu menunjukan keseriusan Pemprov DKI Jakarta dalam menangani masalah laten ibu kota ini. Lantas bagaimana cara kerja gate ERP yang diusung PT Q-Free yang tengah melakukan uji coba di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Tecnology Manager Q-Free, Harry Gunawan mengklaim teknologi pada gate ERP Rasuna Said yang memiliki delapan kamera dan alat sensor otomatis akan bekerja secara maksimal, baik dalam pemotretan nomor pelat kendaraan maupun mengidentifikasi kendaraan melalui On-Board Unit (OBU) yang terpasang di mobil.

image-mobkom-Q-Free : ERP Ubah Mindset Warga Gunakan Mobil
On-Board Unit (OBU) – Foto : Wilfridus Kolo

“Delapan kamera yang terpasang digate ERP Q-Free mampu memotret pelat mobil dalam kecepatan hingga 250 kilometer perjam, dan mendeteksi mobil yang menggunakan OBU yang terkait dengan sensor gate,” kata Harry saat berbincang dengan MobilKomersial.com di Kantor Q-Free, Sentral Senayan III, Jakarta, Selasa (14/10).

image-mobkom-Penggunaan OBU Q-Free Seperti Pengisian Pulsa Handphone
OBU dipasang di belakang spion tengah dalam kendaraan – FOTO : Q-Free

Cara kerja OBU sendiri sangat sederhana, karena menggunakan sistem kerja layaknya pengisian pulsa di handphone dengan nominal tertentu. OBU akan dipasang pada bagian belakang spion tengah di bagian dalam kendaraan. Saat kendaraan melintasi gate akan ada bunyi klik pada OBU, yang secara otomatis akan mengurangi nominal pada seluler.

“Sistem ini berlaku bagi semua phone celuler segala merek, yang penting bisa telepon, akan langsung terkoneksi dengan sistem kita (OBU),” kata Harry.

Terkait distribusi dan harga OBU, kata Harry, Q-Free hanya sebagai penyedia, sementara untuk kebijakan distribusi, apakah nantinya dijual atau dibagikan pada pemilik kendaraan, itu sepenuhnya menjadi domain Dishub DKI Jakarta.

“Karena saat ini masih dalam tahap uji coba, kita tidak ingin melangkahi Dihub.Kita hanya penyedia. Mengenai mekanisme distribusi OBU, semuanya akan diputuskan oleh Dishub, kita tidak mengintervensi kebijakan,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan