Subsidi BBM Harus Dialihkan ke Sektor Transportasi

image-mobkom-APM : Pengaruh Kenaikan BBM Hanya Sementara
image-mobkom-APM : Pengaruh Kenaikan BBM Hanya Sementara
Foto : Istimewa

Jakarta, MobilKomersial.com – Pemerintahan yang baru dikabarkan akan segera menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Menanggapi hal tersebut Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) berharap jika benar BBM dinaikan, subsidi dari pemerintah harus dialihkan ke target yang benar, salah satunya sektor transportasi.

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia, Danang Parikesit mengatakan bahwa kelonggaran yang dihasilkan oleh penghapusan subsidi BBM harus digunakan untuk kebutuhan yang memang diperlukan, seperti pendidikan, infrastruktur, dan yang terpenting ialah transportasi.

“Ketika kenaikan (BBM) tahun lalu, tidak dialihkan ke sektor transportasi dengan baik. Kami sangat kecewa. Jadi harus ada anggaran yang dikembalikan ke transportasi umum,” kata Danang saat dihubungi MobilKomersial.com, Rabu (22/10).

Danang menegaskan, jika benar wacana kenaikan BBM terealisasi, harus ada pembahasan antara pemerintah dengan para pemilik atau pengelola angkutan umum. Hal tersebut untuk membicarakan peralihan subsidi ke moda transportasi masal ini.

“Ongkos tidak boleh naik. Sehingga masyarakat menengah ke bawah tidak dirugikan,” tegasnya.

Selain diarahkan ke sektor transportasi, subsidi juga harus diarahkan ke sektor logistik. Hal tersebut berguna untuk menekan laju inflasi yang dapat disebabkan oleh kenaikan harga BBM. Dengan dialihkannya subsidi ke sektor logistik, harga komoditas utama bisa stabil, dan cenderung tidak akan naik.

Kemungkinan kenaikan logistik tersebut dikarenakan ongkos pengiriman juga dapat dipastikan melonjak jika harga BBM naik. Maka dari itu kita semua berharap, setidaknya 20 persen dari pengalihan subsidi BBM tersebut dapat dipergunakan untuk sektor logistik. Selain itu pengalihan subsidi juga harus diarahkan ke sektor utama, seperti pendidikan dan infrastruktur.

Sebelumnya, presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla dikabarkan akan segera menaikan harga BBM bersubsidi, tak lama setelah pelantikannya. Kebijakan tak populer itu terpaksa diambil demi meringankan beban keuangan negara, dan mengalihkannya pada target yang lebih tepat.

Untuk besaran harga kenaikan BBM tersebut, pemerintah masih belum mau menjawab secara gamblang. Meurut kabar yang beredar, pemerintah akan menaikan harga BBM bersubsidi pada kisaran angka 3.500 rupiah.

Tapi yang harus dapat dipastikan, kenaikan harga BBM bersubsidi ini harus dapat menyehatkan keuangan negara. Adapun Jusuf Kalla pernah menyebutkan, bahwa sekitar 70 persen penikmat subsidi BBM adalah masyarakat yang secara ekonomi relatif lebih mapan.

Tinggalkan Balasan