Pasar Otomotif Kembali Bergairah Setelah Tiga Bulan Kenaikan BBM Bersubsidi

image-mobkom-APM : Pengaruh Kenaikan BBM Hanya Sementara
image-mobkom-APM : Pengaruh Kenaikan BBM Hanya Sementara
Foto : Istimewa

Jakarta, MobilKomersial.com – Pemerintahan baru dengan kebijakannya resmi menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kebijakan ini dinilai akan membuat berbagai pasar menjadi lesu, tak terkecuali dengan pasar otomotif nasional.

Senior Marketing PT Mazda Motor Indonesia (MMI), Astrid Ariani Wijana beberapa waktu lalu pernah berujar, dampak kenaikan BBM bersubsidi ini dapat dilihat setelah sebulan hingga dua bulan kebijakan tersebut digulirkan.

Namun, keadaan biasanya akan kembali dengan menyesuaikan inflasi yang ada di tiga sampai empat bulan setelah pengumuman itu. Bisa diartikan masyarakat akan mulai terbiasa dengan harga yang sudah ada, walau harus melewati proses dengan harga baru tersebut.

“Biasanya di bulan ketiga dan keempat, masyarakat sudah menyesuaikan kembali kebijakan baru itu,” jelas Astrid di Senayan beberapa waktu lalu.

Mazda sendiri, terang Astrid tak terlalu memusingkan kenaikan harga BBM bersubsidi ini, karena Mazda selalu mengedukasi pelanggannya, terutama mereka yang membeli mobil dengan teknologi irit BBM agar tidak menggunakan BBM bersubsidi.

Seperti diketahui pemerintah mulai memberlakukan harga baru untuk BBM bersubsidi yang dimulai pada hari ini, Selasa (18/11/2014). Setelah dinaikan, harga premium yang tadinya sebesar Rp 6.500 menjadi Rp  8.500 per liter. Sedangkan harga solar ditetapkan dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500 perliternya.

Pemerintah ingin mengubah subsidi BBM dari konsumtif menjadi produktif. Jokowi juga menjelaskan kebijakan tersebut sudah dibahas di rapat terbatas Istana hingga tingkat kementerian.

Subsidi BBM ini nantinya dialokasikan untuk anggaran pendidikan, kesehatan dan infrastruktur, yang sebelumnya sempat tersendat karena dana sudah dialokasikan untuk subsidi BBM.

Tinggalkan Balasan