Pertolongan Pertama Bila Motor Skutik Terendam Banjir

Bagaimana Merawat Kendaraan Selepas Terkena Banjir
Kemungkinan yang terjadi hanya dua bagi anda pengendara sepeda motor jenis skutik. Antara mesin anda akan mati total, atau mesin masih menyala tetapi roda belakang tak bisa berputar.Kemungkinan yang terjadi hanya dua bagi anda pengendara sepeda motor jenis skutik. Antara mesin anda akan mati total, atau mesin masih menyala tetapi roda belakang tak bisa berputar.
FOTO: Zico

Jakarta, MobilKomersial.com – Banjir di musim hujan bukanlah hal tabu bagi anda warga Jakarta dan sekitarnya. Bagi anda pengendara sepeda motor khususnya, banjir merupakan sebuah “malapetaka” yang harus dihindari.

Kemungkinan yang terjadi hanya dua bagi anda pengendara sepeda motor jenis skutik. Antara mesin anda akan mati total, atau mesin masih menyala tetapi roda belakang tak bisa berputar.

Nehmat, Kepala Bengkel Dunia Motorindo yang berlokasi di Ciputat, Banten memberikan trik jika motor skutik anda terendam banjir. Apa saja yang harus dilakukan? apakah kita harus mendorong motor hingga menemukan bengkel?

Jika mesin masih menyala akan tetapi roda belakang tak dapat berputar, berarti tali kipas anda basah, yang menyebabkan slip ketika berputar untuk memberikan daya pada pergerakan motor belakang.

Bila sudah mengalami kejadian seperti ini, setelah melewati banjir, mesin harus segera mungkin dipanaskan dengan cara menarik gas terus menerus hingga tali kipas yang berada di dalam CVT kering. Panas yang dihasilkan oleh gas dapat membuat air hasil rendaman banjir keluar hingga kering.

“Setelah itu secepatnya dibawa ke bengkel, untuk dibersihkan. Takutnya laher CVT karatan,” jelas Nehmat kepada MobilKomersial.

Lain hal bila sepeda motor kesayangan anda mati mesin ketika mengarungi jalan yang banjir. Tak dapat dipungkiri, air banjir itu sudah memasuki mesin yang menyebabkan mesin motor tak berfungsi.

Nehmat menjelaskan, langkah pertama yang harus diambil adalah menepikan motor anda pada jalan kering, lalu buka busi dan bersihkan. Selain itu anda juga diwajibkan untuk menguras dan mengganti oli. Karena oli yang tercampur air sudah tak dapat bekerja dengan baik. Setelah itu bawalah sepeda motor anda ke bengkel untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.

“Biasanya ganti olinya bisa dua sampai tiga kali. Biar warnanya yang tadinya seperti susu karena tercampur air menjadi bersih lagi,” ujarnya.

Bila hal ini terus dibiarkan, dan anda tidak melakukan pengecekan secara menyeluruh di bengkel, kerusakan akan menjalar hingga mesin dan dapat menyebabkan mesin rontok. Kebijakan dalam berkendara sangat diperlukan, khususnya di situasi seperti ini. Janganlah memaksakan melewati banjir.

Tinggalkan Balasan