Segmen LCGC Akan Jadi Andalan Suzuki di Tahun Depan?

mobkom-image-suzuki-indomobil-sales-akan-buka-25-diler-lagi
mobkom-image-suzuki-indomobil-sales-akan-buka-25-diler-lagi
Foto : istimewa

Jakarta, MobilKomersial.com – Tahun yang baru, strategi pun, juga harus baru. Nampaknya PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS), selaku distributor kendaraan Suzuki di Indonesia akan mempunyai strategi baru di tahun 2015.

Setelah sebelumnya pada tahun ini PT. SIS cukup sukses dengan strategi yang mereka terapkan. strategi mendorong segmen Low MPV ke permukaan ternyata cukup ampuh untuk meningkatkan total penjualan mereka dibandingkan tahun lalu.

Tahun ini nampaknya strategi akan sedikit berubah. Dengan diterpanya badai krisis di tahun 2014, Suzuki akan mencoba untuk “mengguncang” pasar dengan segmen Low Coast Green Car (LCGC). Dengan keadaan yang masih belum banyak berubah dibanding tahun ini, Suzuki berharap LCGC dapat mengulang cerita sukses Low MPV di tahun ini.

Marketing & DND Director PT. SIS, Davy J. Tuilan mengatakan, Suzuki akan meluncurkan beberapa model untuk melengkapi line up di tahun depan. Diantara beberapa model tersebut, model LCGC dipastikan akan turut serta dalam kekuatan di 2015.

“Tahun depan salah satu yang kita luncurkan yaitu LCGC. Untuk tipe dan kapannya, nanti menyusul,” tuturnya.

Untuk penjualan mobil LCGC sendiri di tahun ini bisa terbilang cukup baik. Penjualan LCGC Suzuki tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. Walau hanya meningkat tipis, namun Suzuki yakin LCGC akan dapat berbicara lantang di tahun depan.

Market Share LCGC Suzuki tahun ini naik sebesar 2 persen, dari 14 persen ke 16 persen marker share. Adapun PT. SIS mampu meningkatkan penjualan secara retail pada periode Januari hingga Novemer 2014 dengan catatan sebesar 145.356 unit untuk penjualan kendaraan roda empat mereka.

Angka ini naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan bubuham penjualan sebanyak 142.448 unit di tahun 2013, atau meningkat sekitar 2 persen. Catatan ini membuat PT.SIS menguasai pangsa pasar sebesar 13,3 persen, atau merangkak tipis dari tahun lalu di angka 13 persen.

Tinggalkan Balasan