Shell Indonesia Wajibkan Mobil Operasional Nyalakan DRL Siang Hari

image-mobkom-Shell Indonesia Wajibkan Mobil Operasional Nyalakan Lampu Siang Hari
image-mobkom-Shell Indonesia Wajibkan Mobil Operasional Nyalakan Lampu Siang Hari
Foto : Shell

Jakarta, MobilKomersial.com – PT Shell Indonesia secara resmi meluncurkan implementasi kebijakan “Menyalakan Lampu Daytime Running Lights Policy-DRL” mulai Rabu, (17/12). Kebijakan ini akan diterapkan pada semua kendaraan/truk distribusi bahan bakar yang beroperasi di wilayah Indonesia.

Menurut Lip Sufriza, Downstream Road Safety & Corporate HSSE Manager PT Shell Indonesia, Peluncuran kebijakan DRL ini dilakukan unutuk mengurangi frekuensi kecelakaan kendaraan antara 5 dan 35 persen tergantung karena memberikan signal jelas pada pengendara lain. DRL dinilai tak hanya meningkatkan kemampuan visibilitas (deteksi) tetapi juga kemampuan waktu reaksi dan menduga estimasi kecepatan dan jarak.

Senada dengan Sufrisa, Darwin Silalahi, Country Chairman and President Director PT Shell Indonesia Darwin Silalahi, menambahkan tujuan menyalakan lampu terang hari (DRL) oleh PT Shell Indonesia adalah untuk meningkatkan visibilitas kendaraan/truk distribusi bahan bakar Shell Indonesia.

“Kami mengharapkan penerapan kebijakan menyalakan lampu terang hari (DRL) yang dilakukan pada seluruh kendaraan/truk distribusi bahan bakar kami yang beroperasi di Indonesia dapat ikut menekan angka kecelakaan kendaraan di jalan,” kata Darwin melalui rilis Resmi Shell pada MobilKomersial.com.

Lebih lanjut Darwin mengatakan bahwa penerapan kebijakan DRL selain dilakukan pada semua kendaraan/truk distribusi bahan bakar yang beroperasi di seluruh Indonesia, juga akan diterapkan pada Lingkungan Perusahaan dengan memperhatikan aspek keselamatan lainnya.

Selain itu, para pengemudi juga dibekali dengan pelatihan keselamatan dan kendaraaan dilengkapi dengan fitur keselamatan serta pemeliharaan kendaraan yang rutin dan menyeluruh. Saat ini, kewajiban menyalakan lampu kendaraan di siang hari atau DRL masih terletak pada pengemudi motor saja karena itu Shell kemungkinan menjadi pioner untuk mobil.

Tinggalkan Balasan