Tentukan Target Tahun Depan, Suzuki Masih Pantau Kinerja Pemerintah

suzuki
suzuki
suzuki

Jakarta, MobilKomersial.com – Target tahun yang baru biasanya sudah dibuat saat akhir tahun demi menatap periode yang lebih baik. Akan tetapi, PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) akan menunggu dan melihat kinerja pemerintah dalam menentukan target tahun 2015.

“Target tahun depan kita masih lihat dari kinerja pemerintah terlebih dahulu,” terang 4W Sales, Marketing & DND Director PT. SIS, Davy J. Tuilan.

Davy menjelaskan, di Indonesia sektor otomotif dan ekonomi mempunyai korelasi yang cukup erat. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan negara industri, yang mengharuskan kendaraan untuk mendukung kegiatan industri ekonomi negeri ini, seperti tambang dan lainnya.

Saat tahun ini menjadi tahun yang panas, karena adanya krisis fundamental dan tahun politik yang begitu menciptakan polemik, industri otomotif turut terseret terkena imbasnya.

krisis yang juga menghampiri industri otomotif datang secara perlahan. Untuk awal, truk seberat lima ton yang terkena dampaknya, hal tersebut dikarenakan truk tersebut digunakan di sektor sentral, yaitu di jantung perekonomian. Setelah itu dampak akan turun ke truk dua ton, lalu barulah mulai merambah mobil-mobil penumpang.

Dengan pemerintahan yang baru, banyak investor dari berbagai industri tengah menunggu janji-janjinya demi memperbaiki perekonomian bangsa. Wait and see masih menjadi hal yang sangat bijak dalam menenukan keputusan, terlebih untuk target selama periode satu tahun penuh.

Davy mengatakan banyak pihak yang tengah menunggu janji-janji pemerintah terealisasi. Jika sudah ada ancang-ancang yang baik dari pemerintah, barulah Suzuki akan menentukan target tahun depannya. Terlebih tahun depan merupakan tahun pasar terbuka bagi negara-negara Asia Tenggara.

Dengan adanya pasar terbuka dapat mengganggu dan membuat aftersales serta komponen jadi lebih berat. Tak hanya sektor industri yang tengah melakukan wait and see, sektor perbankan juga tengah menunggu keputusan dan realisasi janji pemerintah baru. Saat ini nilai tukar rupiah masih cenderung bergejolak pelan.

“Kami masih menunggu janji-janji pemerintah terealisasi. Ditunggu sampai Maret hingga April,” pungkas Davy

Tinggalkan Balasan