Mengapa Lampu Rem Berwarna Merah?

Foto: istimewa
Foto: istimewa

Jakarta, MobilKomersial.com – Ketika berada di jalan raya, fokus terhadap kendaraan di depan kita tak boleh hilang. Karena jika kendaraan yang berada di depan melakukan pengereman mendadak, kita dapat mengantisipasinya.

Salah satu pertanda ialah ketika lampu berwarna merah pada bagian belakang mobil yang berada di depan kita sudah menyala, otomatis Anda juga harus ikut melakukan pengereman. Tetapi tahu kah Anda, mengapa lampu rem sebuah kendaraan pasti berwarna merah?

Dari hasil konvensi lalu lintas yang diadakan di Vienna, Austria pada tahun 1949 tentang tata tertib lalu lintas, telah ditetapkan untuk penggunaan warna lampu rem (stop lamp) ialah warna merah.

Warna merah dipilih bukan sembarangan. Warna merah dipilih karena memiliki gelombang warna terpanjang dibandingkan dengan warna lainnya. Dalam arti, warna merah memiliki visibilitas terbaik dari semua warna yang ada.

Adapun untuk mengukur panjang gelombang sebuah warna dapat dihitung dengan satuan nanometer. Untuk perbandingan, warna ungu memiliki gelombang antara 380-450 nm, biru 450-495 nm, hijau 495-570 nm, kuning 570-590 nm, jingga 590-620 nm dan merah berada di angka 620-750 nm.

Dapat disimpulkan, makin tinggi angka panjang gelombang sebuah warna, semakin baik visibilitas yang dapat ditangkap oleh mata. Jadi warna merah merupakan warna terbaik untuk dilihat. Dengan begitu, pengendara diharapkan dapat langsung mengantisipasi jika ada lampu berwarna merah menyala.

Sekarang sudah tahu kan mengapa lampu rem selalu menggunakan warna merah. Diharapkan Anda para pengendara tidak mengganti warna untuk lampu kendaraan Anda, terutama lampu rem, karena kini Anda sudah tahu bagaimana berbahayanya jika lampu rem kendaraan Anda berubah warna.

Tinggalkan Balasan