Jangan Melanggar Hukum dengan Modifikasi Kendaraan

Foto: istimewa
Foto: istimewa

Jakarta, MobilKomersial.com – Memodifikasi kendaraan, baik sepeda motor ataupun mobil, saat ini masih digandrungi oleh banyak orang. Tampilan lebih menarik menjadi daya tarik tersendiri bagi pecintanya. Tetapi jangan asal modifikasi, karena dapat melanggar hukum!

Merujuk pada pasal 277 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, Anda akan dikenakan denda sebesar Rp 24 juta atau sanksi satu tahun kurungan apabila sembarangan memodifikasi kendaraan.

Lantas, perubahan seperti apa yang dapat dikategorikan ke dalam “sembarang” modifikasi, yang melanggar peraturan itu?

Menurut pasal 52 Undang-undang Nomor 9 Tahun 2009, modifikasi kendaraan yang dapat dikategorikan melanggar aturan ialah modifikasi yang memiliki risiko tinggi mencelakakan diri sendiri maupun orang lain di jalan.

Contoh, tentu Anda pernah melihat modifikasi yang disematkan pada Vespa model lama. Modifikasi ekstrem dengan mengubah bentuk menjadi lebih panjang dan juga merubah atau menambahkan tempat duduk dapat berakibat fatal.

Perubahan radikal sepererti itu harus melalui uji tipe di Dinas Perhubungan terlebih dahulu. Tapi pada dasarnya, ubahan membahayakan tersebut masuk dalam kategori melanggar hukum, dan harus ditindak.

Berikut ketentuan modifikasi yang terdapat pada pasal 52 UU Nomor 9 tahun 2009:

1. Modifikasi Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dapat berupa modifikasi dimensi, mesin, dan kemampuan daya angkut.

2. Modifikasi Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak boleh membahayakan keselamatan berlalu lintas, mengganggu arus lalu lintas, serta merusak lapis perkerasan/daya dukung jalan yang dilalui.

3. Setiap Kendaraan Bermotor yang dimodifikasi sehingga mengubah persyaratan konstruksi dan material wajib dilakukan uji tipe ulang.

4. Bagi Kendaraan Bermotor yang telah diuji tipe ulang sebagaimana dimaksud pada ayat (3), harus dilakukan registrasi dan identifikasi ulang.

Tinggalkan Balasan