Pesona Desain Setra Top Class 500 di Bus PO Haryanto

Foto: istimewa
Foto: istimewa

Jakarta, MobilKomersial.com – Pesona Bus Setra Top Class 500 memang tak ada habisnya. Desain bus ini boleh dibilang menjadi trendsetter di industri karoseri bus di Indonesia sepanjang tahun 2015 ini, dan kami prediksi juga masih akan menjadi tren di  tahun depan, mengingat periode pergantian model bus yang dirilis oleh industri karoseri tidak terjadi setiap tahun.

Di pasar Indonesia, bus dengan desain Setra Top Class 500 boleh dibilang pertama kali diperkenalkan oleh karoseri Adi Putro. Desain ini pertama kali dirilis karoseri asal Malang, Jawa Timur, ini di ajang pameran otomotif akbar Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

Saat itu bus yang ‘berbaju’ Setra Top Class 500 yang Adi Putro pajang adalah Mercedes-Benz OC 500 RF 2542 double axle. Di akhir pameran, bus premium ini kemudian dibeli oleh Perusahaan Otobus (PO) Pandawa 87 asal Pasuruan, Jawa Timur.

Belakangan desain ini juga diaplikasikan oleh dua karoseri lain di Jawa Timur. Masing-masing adalah Karoseri Piala Mas di Malang dan Karoseri Gunung Mas, Madiun. Salah satu perusahan otobus yang sudah memesan dan mengoperasikan bus berbodi Setra Top Class 500 dari Karoseri Gunung Mas adalah PO Haryanto, Kudus.

Salah satu unit bus yang dipesan oleh PO ini, sempat dipamerkan di ajang pameran bus, truk dan industri komponen IIBT 2015 di JX, Surabaya, 12-14 Agustus 2015 ini. Bus berkelir hitam berpadu dengan kuning keemasan ini terlihat elegan dan gagah dengan lampu depan dan belakang yang sudah mengaplikasikan teknologi LED.

Ciri khas desain bus Setra Top Class 500 terletak pada selendang putusnya yang yang terdapat di atas kaca samping bus yang berada di belakang yang mengalir ke depan. Selendang ini putus di sekitar atas as roda, lalu selendang ini berlanjut turun ke kaca di belakang bagian kemudi. Begitu juga desain irisan kaca dengan pilar kaca di dinding samping bus di bagian belakang yang berkesan modern dan elegan.

Ciri khas lainnya adalah lampu dengan desain cutting yang khas di ujung selendang di bagian belakang serta sepasang lampu stop lamp yang tersemat di bagian atas kaca belakang (buritan) bus. Karoseri Gunung Mas menyematkan bus desain ini dengan nama khas: Zeppelin G2. Bagaimana pendapat Anda?

 

Penulis: M. Arif

Tinggalkan Balasan