Ini Proses Pembuatan Sebuah Bodi Bus

Foto: istimewa
Foto: istimewa

Jakarta, MobilKomersial.com – Mungkin sempat terlintas di benak Anda bagaimana proses pembuatan bodi bus di sebuah karoseri. Mulai dari datangnya chasis, hingga telah berbentuk bus yang mempesona.

Pada dasarnya, hampir di setiap karoseri menerapkan sembilan proses dalam pembuatan sebuah bodi bus. Akan tetapi ada beberapa karoseri membuat sebuah proses yang lebih singkat atau juga lebih panjang, tetapi secara general terdapat persamaan.

Berikut sembilan proses pembuatan bodi bus menurut laman karoseri-id.com:

1. Persiapan
Proses ini merupakan tahap awal dari sebuah pembuatan bodi bus. Dari awal ketika chasis bus datang, maka wajib diperlakukan khusus sebelum masuk ke sebuah line procces.

Karena dalam proses pembuatan, bodi bus akan banyak proses pengelasan maka beberapa komponen bawaan chasis wajib dilepas untuk menghindari kontak, terbakar, atau rusak karena proses tersebut. Biasanya yang wajib dilepas adalah baterai (accu), tangki BBM, stir, dan beberapa komponen elektrik lainnya.

Dan sebelum masuk ke proses selanjutnya perlu dipersiapkan peralatan untuk melindungi komponen-komponen yang tidak dilepas dari chasis, seperti roda, engine dan kabel elektrik. melindunginya cukup ditutup dengan kain anti panas untuk menghindari percikan api dari mesin las yang dapat melukai bahan karet dan plastik.

Foto: istimewa
Foto: istimewa

2. Framing / Pembuatan rangka bodi
Setelah proses preparasi siap maka chasis wajib melalui leveling agar bodi bus tidak miring, selanjutnya masuk ke proses pemasangan rangka bodi (Frame) dan untuk proses penyambungan rangka bodi ke chasis harus dilas di atas clam chasis (bracket) karena chasis bus dilarang terkena pengelasan. Hal ini disebabkan dalam proses pengelasan akan terjadi pemanasan pada logam, jika chasis utama mendapat perlakuan panas maka struktur logam, akan mempengaruhi kekuatan dari chasis tersebut. Oleh karena itu dipasanglah sebuah bracket yang dipasang di atas chasis dengan baut.

Tahapan pemasangan bodi bus:
Pembuatan Lantai –> Panel kanan / kiri –> Roof –> Rangka cowl depan belakang.

3. Plating (Pengeplatan)
Setalah rangka bus jadi maka saatnya proses pengeplatan di semua sisi Panel kanan / kiri, bagasi samping, dan roof. Untuk lantai terkadang ada yang menggunakan plat ada yang menggunakan plywood/triplek, tergantung permintaan customer.

Dalam proses pengeplatan yang menjadi fokus utama adalah pada proses pengeplatan lambung kanan dan kiri, karena bagian ini yang biasa menjadi perhatian apakah produk tersebut baik atau tidak. Biasanya yang menjadi penilaian adalah kerataan lambung karena jika lambung tidak rata maka dalam proses dempul akan membutuhkan dempul yang banyak. Sehingga pada pengeplatan bagian lambung ini digunakan sebuah mesin dengan nama “Strech machine” yang berfungsi menarik plat yang panjang dan menempelkannya ke rangka bodi sehingga plat bagian lambung tidak bergelombang. Atau bisa juga dengan cara manual dengan menggunakan tracker.

4. Gosok Bodi
Proses gosok bodi bus ini merupakan proses pembersihan sebelum ke proses dempul dan juga proses pelapisan anti panas dan anti karat pada rangka bodi bus.

5. Puty / Dempul
Proses pendempulan bertujuan untuk meratakan permukaan bodi bus yang tidak rata sehingga saat proses painting, cat bisa tampak baik dan merata.

Foto: istimewa
Foto: istimewa

6. Painting / Pengecatan
Proses pengecatan bodi bus merupakan sebuah proses yang paling penting untuk penampilan bus itu sendiri. Jika proses pengecatan baik, maka bus akan terlihat mewah atau mahal, karena dari pengecatan ini bentuk bus sudah mulai terlihat.

Proses pengecatan biasanya melalui beberapa tahapan : epoxy line, dempul lain, sander lini, primer coating, top coating, cutting sticker line, vernis top coating, dan tahap paling akhir adalah poles. Agar proses pengecatan berlangsung lebih cepat, biasanya karoseri memiliki sebuah mesin pemanas / oven agar dapat segera beralih ke proses selanjutnya.

7. Triming / Interior
Proses Triming adalah proses pemasangan dari interior bus dimana dari proses ini sangat penting karena pengerjaan interior bus membutuhkan kerapian dalam pengerjaan. Bus bisa dikatakan kelas ekonomi atau eksekutif tergantung dari isi interior bus tersebut dan pastinya tingkat kerapian yang menjadi sorotan, karena penumpang berada di dalam bus pastinya melihat bagian – bagian dalam bus tersebut.

8. Finishing
Proses finishing merupakan proses terkahir dari pembuatan bodi bus. Proses ini meliputi pengecekan fungsi-fungsi elektrik dan lighting serta terdapat test kebocoran dengan Rain Test.

9. PDI / Pre Delivery Inspection
Merupakan proses pengecekan terakhir sebelum pengiriman ke customer, proses pengecekannya adalah dokumen dan perlengkapan dari bus tersebut.

Tinggalkan Balasan