Kiat Agar Tak Jadi Korban Calo Terminal Bus (Bagian 1)

image-mobkom-tips-terhindar-jadi-korban-calo-terminal-bus-bagian-1
image-mobkom-tips-terhindar-jadi-korban-calo-terminal-bus-bagian-1
FOTO : Ilustrasi – M. Arif

Jakarta, MobilKomersial.com – Anda mungkin pernah mendengar curhatan dari teman atau saudara, yang mendapatkan pengalaman tidak mengenakkan dikerjain calo bus di terminal antarkota, saat akan berniat pulang kampung atau bepergian mendadak. Misalnya, sebagai ilustrasi, tarif resmi bus kelas eksekutif untuk perjalanan dari Jakarta ke Surabaya yang seharusnya cukup membayar Rp 275 ribu, tapi praktiknya tiket tersebut harus ditebus seharga Rp 400 ribu.

Atau, Anda atau keluarga Anda pernah ditipu calo. Seharusnya Anda mendapatkan bus kelas eksekutif dengan fasilitas leg rest, foot rest, toilet dan servis makan prasmanan gratis saat bus transit di rumah makan sesuai dengan tarif tiket dan kelas bus yang Anda kehendaki, tapi ternyata bus yang Anda dapatkan adalah bus odong-odong alias kelas ekonomi AC non toilet dengan bangku sempit dan berjejal-jejal.

Di kota-kota besar seperti Jakarta, praktik calo nakal yang memaksa calon penumpang membeli dan menaiki bus mereka sudah menjadi cerita jamak.  Bahkan, praktik yang menjurus pada aksi kekerasan seperti mengintimidasi calon mangsanya, juga kerap
mereka lakukan.

Mirisnya, petugas Dinas Perhubungan atau penanggung jawab UPT (Unit Pelayanan Terpadu) Terminal seolah tidak berdaya memberantas aksi para calo nakal ini. Lalu bagaimana agar Anda dan keluarga terhindar dari keisengan calo-calo nakal seperti itu? Berikut ini tipsnya.

1. Belilah Tiket di Agen Resmi di Luar Terminal.

Cara paling mudah mencegah diri menjadi korban calo terminal adalah dengan membeli tiket bus di agen resmi. Belilah tiket tersebut di luar terminal. Perusahaan otobus (PO) besar dengan reputasi baik biasanya memiliki banyak jaringan agen yang tersebar di berbagai titik untuk memudahkan konsumen membeli tiket dan naik bus mereka.

Sejumlah ruas jalan di wilayah Jabodetabek banyak bertebaran agen resmi tiket bus. Misalnya di Jalan Raya Pasar Minggu, Jalan Raya Bogor, Jalan Daan Mogot. Di Bekasi, agen tiket bus resmi misalnya banyak terdapat di Bulak Kapal. Di wilayah Tangerang, agen resmi bisa banyak ditemukan di Kotabumi, Bitung, Jalan Raya Serpong dan
lain-lain.

Supaya tak kehabisan tiket, belilah karcis bus jauh-jauh hari sebelum rencana keberangkatan. Tiket bus dari PO favorit biasanya lebih cepat habis terjual ketimbang bus dari PO yang bukan favorit konsumen. Terlebih saat musim ramai penumpang, seperti momen libur sekolah, libur tanggal merah yang berurutan, libur akhir pekan atau libur hari raya (bersambung).

Penulis : M. Arif