Apakah Regulator Yang Sangat Lemah Di Lapangan Penyebab Kecelakaan Bus Di Puncak – Ciloto ?

bus kecelakaan puncak ciloto

MobilKomersial.com – Belum lama ini kasus kecelakaan kembali terjadi di daerah Puncak – Ciloto, Jawa barat. Kecelakaan bus pariwisata PO Kitrans terjadi di Ciloto, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Minggu siang. Bus membawa wisatawan asal Jakarta yang hendak berlibur ke Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat.

Menurut warga sekitar, kecelakaan maut tersebut berawal dari Bus dengan Nopol B 7058 BGA yang sarat penumpang melaju dari Jakarta-Bogor menuju Cianjur. Saat jalan turunan, tepatnya di daerah Kampung Parabon, Desa Ciloto, Bus tersebut diduga mengalami rem blong.

Sopir bus kehilangan kendali hingga bus bergerak mengarah ke lajur kanan, hingga menabrak minibus dan angkot yang sedang melaju dari arah berlawanan. Lalu bus tersebut juga menabrak dua minibus dan empat sepeda motor hingga terjungkal kedalam jurang sedalam 15 meter.

Banyak korban meninggal dan puluhan luka-luka. Sebelumnya pun sudah pernah terjadi kecelakaan yang melibatkan bus pariwisata yang tentunya mengundang rasa prihatin para pemilik pengusaha bus.

Menurut Kurnia Lesani Adnan selaku Ketua Pengusaha Otobus Muda Indonesoa (IPOMI), Kecelakaan itu terjadi karena pengawasan regulator terhadap angkutan dan kelayakan armadanya masih sangat lemah di lapangan.

“Pengawasan terhadap perusahaan baik dari regulator maupun masyarakat sudah saatnya kuat dan tegas. Di UU Nomor 2 tahun 1999 sudah diatur dengan jelas kok,” ujarnya

Lebih lanjut dia menjelaskan di UU no. 22 Tahun 2009 sudah diamanatkan angkutan umum berbayar harus berbadan hukum serta berplat kuning, yang artinya kalau operator berbadan hukum minimal memiliki manajemen. Atau paling tidak ada struktur SOP perusahaan dalam menjalankan usahanya.

Berdasarkan UU tersebut,Kurnia tidak yakin, laka yang kerap terjadi pada bus pariwisata karena usia kendaraan yang sudah tua dan tak layak jalan.

Menurutnya, masyarakat sebagai konsumen harus pintar dalam memilih armada yang akan disewanya. Saat ini masyarakat sudah cukup cerdas akan tetapi belum sadar akan hak dan kewajibannya. Hak nya antara lain mendapatkan pelayanan yang baik, profesional, nyaman dan Aman.

Dan kewajibannya saat akan menyewa bus, mereka harus mengetahui apakah bus tersebut memiliki badan hukum yang jelas, uji kir nya jelas, trayek nya jelas, dan SIM Pengemudi juga jelas serta perijinan sesuai dengan nama yang tercantum di bus tersebut.bus kecelakaan ciloto

Menurut Kasat Lantas Polres Cianjur Erik Bangun Prakarsa, Bus tersebut tidak layak jalan karena ada beberapa bagian yang dikerjaan asal-asalan seperti : Sistem rem piston depan kanan dan kiri tidak berfungsi sama sekali,

“Setelah dicek vacumnya juga kendor. Otomatis bus tidak ngerem,” ujar Erik lebih lanjut

Tak hanya itu, bagian kemudi yang berfungsi sebagai kontrol kendali sopir diikat dengan karet ban dalam, Bus tersebut tidak memiliki uji kelayakan kendaraan atau uji KIR alias bodong.