Ban Radial Langka di Pasar, Pengusaha Angkutan Truk Menjerit

Ban Radial Langka di Pasar, Pengusaha Angkutan Truk Menjerit

MobilKomersial.com – Ban Radial Langka di Pasar, Pengusaha Angkutan Truk Menjerit. Sejak sekitar tiga bulan terakhir, pasokan ban radial di pasar terasa berkurang. Kalaupun ada, harganya terterek naik antara 5 sampai 10 persen dari harga biasanya. Kondisi ini membuat pengusaha angkutan truk, kargo dan logistik mengeluh. Langkanya pasokan ban radial ditambah harga jualnya yang naik memaksa mereka menghitung ulang biaya kirim barang yang dikenakan ke pelanggan atau klien.

.

APTRINDO

Wakil Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman mengatakan, kelangkaan pasokan ban radial sudah dirasakan sejak Pemerintah memberlakukan ketentuan pembatasan ban impor. Aturan baru pemerintah itu dituangkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan RI nomor 77/M- DAG/PER/11/2016 tentang Ketentuan Impor Ban dan mulai efektif berlaku 1 Januari 2017.
Sejak regulasi baru ini digulirkan, importir ban kesulitan mendatangkan ban radial dari pemasok di luar negeri seperti India dan China karena proses importasi ban harus melalui surveyor dan izin dari kementerian.

.

Stok Ban

Kayatmaja menambahkan, stok ban saat ini memang ada, namun terbatas pada ban bias atau nylon yang menurutnya, keekonomian pemakaiannya lebih terbatas jika dibandingkan ban radial. Harga ban ini memang lebih murah dibanding ban radial. Namun daya jelajah ban ini hanya setengah dari ban radial.

“Selama ini produsen ban lokal hanya mampu memproduksi ban bias. Kita kebutuhannya adalah ban radial karena ban jenis ini daya tempuhnya 2 kali dari ban bias,” kata Kyatmaja.

Meski kebijakan pengetatan impor ban ini demi melindungi dan menyelamatkan industri ban dalam negeri dia meminta agar hal ini tidak membuat produsen ban dalam negeri menjadi manja. Produsen ban nasional sebaiknya didorong semakin memiliki daya saing, terutama terhadap ban-ban dari luar negeri.