Armada Baru Transjakarta Low Floor yang Akan Diluncurkan Meniru Desain Bus Kota di Singapura

Armada Baru Transjakarta Low Floor yang Akan Diluncurkan Meniru Desain Bus Kota di Singapura

Armada Baru Transjakarta Low Floor yang Akan Diluncurkan Meniru Desain Bus Kota di Singapura

MobilKomersial.com – PT Transjakarta akan mengoperasikan sebanyak 101 unit bus kota baru non koridor di DKI Jakarta mulai pertengahan tahun 2018 ini. Bus-bus tersebut akan dioperasikan di jalur baru yang akan menghubungkan antar koridor bus Transjakarta yang saat ini ada sekaligus untuk menyambut perhelatan event olahraga akbar Asian Games 2018. Ke-101 bus anyar tersebut merupakan bagian dari 300 unit bus pesanan PT Transjakarta di dua perusahaan karoseri, masing-masing Karoseri Nusantara Gemilang di Kudus dan Karoseri Laksana di Ungaran, Jawa Tengah.

Khusus 101 unit bus ini dipesan dari Karoseri Nusantara Gemilang dan seluruhnya merupakan bus low floor atau low entry yang memiliki desain lantai rendah yang ramah pada penumpang difabel dan lansia. Bus ini dirakit dengan material aluminium dengan teknik baut pada konstruksi bodinya untuk mengurangi bobot bus secara keseluruhan sehingga bus mampu menampung penumpang lebih banyak jika dibanding armada bus Transjakarta yang dirakit menggunakan material lembaran baja.

Tapi ada yang menarik, desain bus low floor dari bahan aluminium ini wujudnya menyerupai bus-bus kota di Singapura. Terutama pada desain eksterior dan interiornya. Direktur Teknik dan Fasilitas Transjakarta Wijanarko mengatakan, bus ini memang desainnya meniru bus kota di Singapura. “Untuk  bus ini karena kita enggak punya ide, jadi hanya copy paste dari Singapura. Karena kami sudah merasakan flownya enak, depan bisa dua lajur keluar masuk bisa, tengah juga bisa. Akhirnya saya dengan Pak Budi (Budi Kaliwono, Dirut Transjakarta) bilang, ya sudah kita samakan saja dengan Singapura, modulnya (bahan mentah sebelum copy paste) juga sudah ada,” kata Wijanarko.

Desian interior bus ini yang juga meniru konsep bus kota di Singapura adalah akses naik dan turun penumpang di pintu depan dibuat dua jalur, sehingga antara penumpang yang akan naik dan turun tidak perlu sampai bertabrakan atau bersenggolan. Agar hasilnya presisi, proses pengerjaan bus ini melibatkan tenaga kerja Indonesia yang sebelumya pernah bekerja di Singapura.Armada Baru Transjakarta Low Floor yang Akan Diluncurkan Meniru Desain Bus Kota di Singapura

Penulis: Ariffandi

Tinggalkan Balasan