Bridgestone Canangkan Kebijakan untuk Pemasok dan Rekanan

Kebijakan Bridgestone

Jakarta, MobilKomersial.com – Produsen ban Bridgestone Corporation (Bridgestone) mengumumkan Kebijakan Pengadaan Berkelanjutan Global (Global Sustainable Procurement Policy). Kebijakan tersebut untuk membantu mengidentifikasi dan mengevaluasi pemasok terkualifikasi, mempromosikan praktek terbaik, dan berperan sebagai alat komunikasi dan pengembangan di industri ini.

Kebijakan ini menggambarkan komitmen perusahaan terhadap perencanaan pengadaan yang mendorong terwujudnya keuntungan bagi lingkungan, sosial dan ekonomi jangka panjang. Kebijakan ini berlaku terhadap semua produk dan jasa yang digunakan, termasuk untuk seluruh pemasok global.

“Kebijakan baru kami adalah langkah penting dalam mewujudkan komitmen tanggung jawab sosial perusahaan global Bridgestone Group, “Our Way to Serve,” yang menyediakan kerangka kerja mengenai bagaimana kami berbisnis, mengembangkan produk, dan berinteraksi terhadap konsumen dan komunitas,” ujar Masaaki Tsuya,CEO dan Representative Executive Officer, Bridgestone Corporation.

Pihaknya menyadari kemampuan dan tanggung jawabnya untuk mendorong perubahan dan peningkatan cara industri berinteraksi dengan lingkungan dan komunitas di seluruh dunia. “Kami berharap, pemasok dan rekanan kami berharap dapat bekerja bersama dengan pemasok dan rekanan untuk mencapai rantai pasokan yang berkelanjutan. Ini membutuhkan kolaborasi dengan seluruh pemain di industri, termasuk berkomunikasi dengan berbagai khalayak dalam rangka menciptakan kepedulian masyakarat secara luas,” pungkas Masaaki.

Dipandu oleh “Our Way to Serve” milik Bridgestone, kebijakan baru ini sejalan dengan tujuan Bridgestone untuk menggunakan “100% sustainable materials” di produk-produknya sebagai visi jangka panjang tahun 2050 dan selanjutnya.

Harapan Bridgestone

Sebagai pengguna karet alam dalam jumlah besar, kebijakan ini menggambarkan harapan Bridgestone terhadap masalah kritis dalam rantai pasokan karet alam global yang kompleks. Lebih jelasnya, dokumen ini berisi empat area fokus utama, yaitu:

Transparansi, termasuk penelusuran dan tata kelola yang baik.

Kepatuhan, mematuhi hukum dan peraturan di negara dan wilayah di mana Bridgestone melakukan bisnis.

Kualitas, Harga dan Pengiriman & Inovasi, memastikan material dan layanan berkualitas tinggi dikirimkan tepat waktu dan dengan biaya yang wajar, termasuk mengupayakan teknologi inovatif yang mendukung peningkatan di seluruh komunitas global.

Proses Pengadaan Berkelanjutan, menggabungkan pengadaan yang berwawasan lingkungan, seperti kepatuhan terhadap undang-undang dan peraturan lingkungan hidup, penghormatan terhadap hak asasi manusia, penggunaan air, penggunaan lahan dan konservasi, kesehatan, keselamatan, pencegahan bencana dan resiliensi.

Selama pengembangan kebijakan final tersebut, Bridgestone mendapatkan masukan dari pemangku kepentingan eksternal, termasuk konsultan internasional, organisasi non-pemerintah (LSM), pemasok material, petani karet alam, dan pelanggan utama untuk memastikan kebijakan ini menyeluruh, mencerminkan standar industri dan pelaksanaan terbaik, dan didukung oleh rencana implementasi dan komunikasi yang efektif.

Sebagai langkah awal segera, Bridgestone akan memprioritaskan untuk bekerja sama dengan para karyawan, pemasok dan pelanggan serta pakar industri lainnya untuk menerapkan kebijakan ini. Dalam 18 bulan mendatang, Bridgestone akan bekerja sama dengan pemasok dan rekanannya untuk memastikan bahwa mereka telah menerima kebijakan tersebut dan mengerti.

Setelah mengerti akan kebijakan tersebut, pemasok kemudian akan menerima daftar pertanyaan untuk self assessment. Bridgestone saat ini tengah mengembangkan penilaian pemasok tambahan untuk penelusuran karet alam dan akan bekerja untuk bermitra dengan industri dan pakar terkualifikasi lainnya untuk membantu mendukung pemantauan selanjutnya dari kepatuhan pemasok.

Bridgestone berkomitmen untuk bekerja dengan pemangku kepentingan eksternal lain, termasuk universitas, asosiasi industri dan LSM, untuk terus meninjau masukan yang akan bermanfaat untuk penyempurnaan dan revisi kebijakan selanjutnya.

Tinggalkan Balasan