Kru Bus Sari Indah Diduga Peras Penumpang, Tarik Tarif Tiket Rp 240.000 untuk Surabaya ke Semarang

Kru Bus Sari Indah Diduga Peras Penumpang, Tarik Tarif Tiket Rp 240.000 untuk Surabaya ke Semarang 

Kru Bus Sari Indah Diduga Peras Penumpang, Tarik Tarif Tiket Rp 240.000 untuk Surabaya ke Semarang

MobilKomersial.com – Ulah awak bus satu ini sungguh keterlaluan. Awak bus PO Sari Indah jurusan Surabaya-Jakarta via Pantura menarik harga tiket ke penumpang jauh di luar kewajaran. Awak bus tipe bus Patas ini diduga memeras penumpang menarik tarif tiket hingga Rp 240.000 ke penumpangnya yang naik dari Terminal Purabaya, dari Surabaya tujuan Semarang. Seharusnya, untuk kelas Patas, tiket yang harus dibayar hanya Rp 110.000 per penumpang yang turun di Semarang. Seorang penumpang yang mengetahui kelakuan tidak terpuji awak PO bus dari yang dikelola PT Maju Muda Mandiri ini kemudian merekamnya menggunakan ponsel lalu video ini menyebar di jejaring sosial pekan ini.

Leluasanya awak bus menarik tiket sesukanya, yang diduga kuat bekerja sama dengan calo terminal terjadi diduga karena masih lemahnya pengawasan petugas UPT Terminal Purabaya selama ini. Di kalangan penglaju, sudah jadi rahasia umum praktik calo yang memeras penumpang atau memaksa penumpang naik PO tertentu atau menarik tiket di luar harga wajar terjadi di terminal ini.

Atas kejadian ini, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya,Ir Irvan Wahyudrajad, M.MT mengatakan, pihaknya berusaha mengambil tindakan dengan mencari oknum tersebut bekerja sama dengan polisi dan TNI. Pihaknya memanggil pengusaha bus Sari Indah beserta crewnya untuk bertangung jawab atas kejadian tersebut. Dalam pertemuan yang disaksikan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Polisi, Garnisun, dan Brimob itu, PO Sari Indah menyatakan pria yang menarik ongkos berlebih tersebut adalah oknum calo. “Kami masih belum tahu siapa pelakunya, tapi yang jelas, kami tidak mengizinkan Bus Sari Indah untuk beroperasi,” kata Irvan, Senin (19/2/2018) dikutip Suara Surabaya.

Selain itu pihaknya tidak mengijinkan bus Sari Indah tersebut beroperasi sebelum permasalahan selesai dan akan dilaporkan ke Kementrian Perhubungan karena bus tersebut memiliki trayek bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang untuk penentuan tarif patas/eksekutif aturannya diserahkan ke operator bersangkutan.

Perwakilan PO Sari Indah dalam pernyataannya di depan petugas menyatakan bersedia dikenai sanksi bertanggung jawab mencari oknum yang terlibat kasus tersebut dalam waktu tujuh hari terhitung tanggal 19 sampai 25 Februari 2018. Selama kasus dugaan pemerasan ini belum diselesaikan, PO Sari Indah tidak akan mengoperasikan bus bernomor polisi L 7044 UC di Terminal Purabaya. Irvan Wahyudrajad mengatakan, saat ini sudah ada fasilitas pemesanan tiket dengan e-ticketing. Pihaknya menghimbau pengelola bus memasang kamera CCTV di dalam bus untuk keamanan dan kenyamanan penumpang.

 

Penulis. Ariffandi

Tinggalkan Balasan