Bus Listrik MAB Dirancang Mampu Libas Genangan Air di Jalan Raya

PT Mobil Anak Bangsa Bawa 2 Unit Prototype Bus Listrik di GIICOMVEC 2018
Jakarta, MobilKomersial.com – PT Mobil Anak Bangsa (MAB) sudah mempertimbangkan tentang potensi kendala dan ancaman saat bus listrik yang diproduksinya dibuat massal dan mulai dioperasikan secara komersial oleh operator, baik operator bus bandara, bus kota maupun bus antarkota.
Salah satu yang dipertimbangkan adalah potensi gangguan yang berasal dari alam seperti genangan air di jalan raya, akibat hujan atau bahkan banjir.
Mengingat bus yang mereka produksi adalah bus listrik yang sumber tenaganya berasal dari baterai, orang pasti berpikir apa tidak berbahaya jika bus tersebut melewati genangan air saat dioperasikan. Menanggapi ini, Direktur Teknik PT MAB Bambang Tri Sasongko mengatakan, pihaknya merancang baterai lithium ion di bus ini tahan terhadap air. “Baterai yang kita gunakan untuk bus ini bersifat water proof sampai dengan dua meter,” kata Bambang Tri Sasongko dalam presentasi mini seminar tentang bus MAB di sela pameran kendaraan komersial GIICOMVEC 2018 di Jakarta, baru-baru ini. Karena itu, pihaknya menegaskan, tidak perlu khawatir jika bus ini melintasi genangan saat melaju di jalan raya.
Terkait dengan proses produksi massal, Bambang mengatakan, jika pihaknya bisa mengerjakan prototipe III dan IV bus listrik MAB, maka dalam empat bulan ke depan pihaknya bisa memulai proses produksi massal. Proses produksi bus ini akan dilakukan di dua tempat, di Kabupaten Subang dan di Magelang.
Saat ini, pihaknya mengejar proses sertifikasi dari Pemerintah untuk prototipe IV bus listrik yang diproduksi. Sementara, prototipe III akan dibuat dalam wujud bus antarkota, sebagai respon atas tingginya permintaan operator bus yang tertarik mengoperasikan bus listrik MAB untuk armada bus antarkota.
PO Pahala Kencana menurut keterangan pers yang kami terima, memesan 150 unit bus. Selain akan dioperasikan untuk armada bus antarkota, bus listrik tersebut juga akan dioperasikan di sekitar Jabodetabek. Sementara, pesanan sebanyak 50 lainnya berasal dari PO Sabar Subur.
Bus listrik MAB ditenagai baterai lithium-ion sebagai sumber energi listrik utama dalam bentuk arus AC (alternating current) 38 Volts. Sumber energi ini dipasok dari sumber listrik PLN atau sejenisnya serta dari generator. Kemudian arus listrik AC ini diubah ke jenis arus listrik DC (direct current).
Tenaga yang disimpan dalam baterai digunakan untuk menggerakkan motor listrik, kompresor, rem angin, dan power steering. Sementara, sumber energi yang sifatnya low voltage untuk penerangan kabin, dan sejenisnya, sumber energinya dipasok dari aki biasa sebesar 24 Volts.
Penulis: Arieffandi

Tinggalkan Balasan