Gonta-Ganti Merek Oli Dapat Menyebabkan Kerusakan Mesin

Gonta-Ganti Merek Oli Dapat Menyebabkan Kerusakan Mesin

Gonta-Ganti Merek Oli Dapat Menyebabkan Kerusakan Mesin

MobilKomersial.com-  Novi seorang wanita karier di salah satu perusahan terkemuka di daerah Bandung setiap hari selalu membawa mobil pribadinya dalam setiap kegiatannya. Entah itu ke kantornya, refreshing bersama teman-temannya, ataupun saat bertemu kliennya. Perjalanan dari Bandung menuju Jakarta seorang diripun kerap kali dilakukan. Walaupun sibuk, Novi selalu meluangkan waktu terutama di awal bulan untuk memberikan perawatan ke mobilnya agar tetap maksimal dan setia menemaninya dalam berbagai kegiatannya. Hal utama yang selalu Novi perhatikan adalah oli mesin. Setiap akan memulai aktifitasnya, Novi selalu mengecek oli mesin di mobilnya. Apabila warna oli mesin sudah terlihat kusam dan pekat, Novi akan meluangkan waktunya sehari hanya untuk servis atau mengganti oli mesinnya di salah satu bengkel langganannya di kota tersebut.

Perubahan Warna Pada Oli

Menurut hematnya, Apabila warnanya telah mengalami perubahan menjadi lebih pekat dan kusam, itu tandanya oli mesin harus diganti.  Padahal, pengecekan oli mesin berdasarkan pekat atau tidaknya warna oli mesin itu tidak sepenuhnya benar. Perubahan warna oli mesin menjadi lebih pekat justru merupakan hal yang wajar. Warna pekat pada oli mesin merupakan hasil kerja dari oli tersebut dari mengumpulkan partikel-partikel kecil dan mengikatnya agar tidak menjadi endapan. Hal ini sering ditemukan pada oli yang mengandung deterjen sebagai aditifnya.

Gonta-ganti Merek Oli

Novi juga pernah diberitahu temannya yang mengerti mesin bahwa saat akan melakukan penggantian oli mesin, akan lebih baik dari satu merek saja. Dan itu benar, karena seringnya menggonta-ganti merek oli mesin kendaraan dapat menyebabkan kerusakan pada mesin, apalagi bila dilakukan dengan cara yang salah. Karena setiap merek oli mesin memiliki formulasi dan senyawa yang berbeda-beda. Percampuran antara senyawa yang berbeda inilah yang dapat menimbulkan endapan dan berdampak buruk pada performa mesin kendaraan.

“Untuk menghindari dampak yang tidak baik pada mesin kendaraan, luangkan waktu atau minta tolong ke mekanik bengkel untuk melakukan flashing atau menguras oli mesin yang lama. Flashing atau menguras oli mesin berguna untuk membuang sisa-sisa oli lama yang tertinggal di mesin sebelum menggantinya dengan oli merek lain,”ujar Andri yang juga mekanik di salah satu bengkel daerah Cimahi, Bandung.

Mitos Yang Salah

Sementara itu ditempat terpisah, Agung Prabowo selaku Technical Specialist dari PT. Pertamina Lubricant menjelaskan bahwa mitos yang salah dan berkembang luas di masyarakat seputar oli mesin cukup beragam. Selain perubahan warna yang berubah menjadi lebih pekat dan seringnya gonta-ganti merek oli, ada juga mitos yang mengatakan bahwa diharuskan ganti oli mesin apabila kilometer sudah mencapai perjalanan hingga 3.000 mil. Padahal, Mitos tersebut tidak sepenuhnya benar. Karena pergantian oli mesin tergantung jenis kendaraanya itu sendiri. Jadi, agar lebih jelasnya dapat di baca pada buku panduan mobil.

“Maraknya mitos yang berkembang di masyarakat mengenai oli mesin sangat beragam. Mitos yang salah itu dapat menyesatkan pemilik kendaraan hingga salah satu pihak tentu akan mendapatkan keuntungan dari mitos yang salah ini.  Jadi, akan lebih baik apabila buku panduan kendaran tidak sebagai pajangan saja.”pungkasnya saat ditemui MobilKomersial.com dalam acara Obrolan Ringan Otomotif (Bro Ringo) yang bertemakan “Mitos & Fakta, Seputar BBM & Pelumas”(26/03/2018)

Pertamina Siap Produksi BBM Berkualitas Ramah Lingkungan

Tinggalkan Balasan