Kampus Di Aceh Turun Di Ajang Make the Future Singapore 2018

Kampus Di Aceh Turun Di Ajang Make the Future Singapore 2018

Kampus Di Aceh Turun Di Ajang Make the Future Singapore 2018

MobilKomersial.com- Shell Eco Marathon 2018 telah resmi dibuka. Kompetisi inovasi energi ini berlangsung di negara tetangga yaitu di negara Singapura. Make the Future Singapore 2018, sebuah festival yang menampilkan beragam gagasan dan inovasi untuk Asia, dibuka secara resmi oleh Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura S. Iswaran; Executive Vice President Technology and Chief Technology Officer, Royal Dutch Shell Yuri Sebregts; dan Shell Singapore Chairman Goh Swee Chen pada hari ini di Changi Exhibition Center, Singapura.

Shell Eco-marathon Asia edisi kesembilan yang diikuti oleh 122 tim mahasiswa dari 18 negara di kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah, termasuk 26 tim mahasiswa dari Indonesia. Dalam ajang tersebut, tim-tim mahasiswa berkompetisi dengan kendaraan ciptaan mereka untuk meraih gelar kendaraan paling hemat energi. Sebagai salah satu kompetisi dunia yang tertua untuk mahasiswa, Shell Eco-marathon merupakan sebuah program global yang menantang gagasan cemerlang para mahasiswa untuk mendesain dan membangun mobil-mobil yang sangat hemat energi serta menguji mereka di ajang kompetisi.

Para tim mahasiswa akan berkompetisi di salah satu dari dua kategori yang diperlombakan:

Prototype – kendaraan futuristik dan beraerodinamika tinggi – atau UrbanConcept – kendaraan super ekonomis yang menyerupai kendaraan yang ada saat ini. Pada tahun 2018 ini jumlah peserta kelompok UrbanConcept mengalami kenaikan signifikan yakni 20% dibandingkan tahun 2017 lalu. Para tim mahasiswa akan berkompetisi di tiga kategori berbeda berdasarkan sumber energi yang mereka gunakan: mesin pembakaran dalam atau Internal Combustion, Engine (ICE): bensin, solar, etanol (bahan bakar nabati); sel bahan bakar hidrogen dan baterai listrik.

Kendaraan-kendaraan yang akan ikut lomba diharuskan melewati serangkaian uji teknis yang ketat untuk dapat berlaga di lintasan dan melihat seberapa jauh mereka dapat memacu kendaraan dengan konsumsi bahan bakar yang paling sedikit.

Universitas Syiah Kuala, Aceh

Salah satu pendatang baru dalam tim Indonesia yang turut berpartisipasi di Shell Eco-Marathon Singapura 2018 adalah tim mahasiswa Malem Diwa Urban dari Universitas Syiah Kuala, Nanggroe Aceh Darussalam dengan mobil UrbanConcept kategori baterai elektrik.

Pengalaman Baru

Agung Saputra, Tim manajer Malem Diwa Urban , mengatakan bahawa ini adalah pengalaman baru bagi mereka dalam menciptakan mobil hemat energi berbahan bakar baterai elektrik. “Selama ini kami mengikuti kompetisi sejenis yang dilaksanakan di dalam negeri dengan mobil berbahan bakar bensin. Di ajang internasional Shell Eco-marathon Asia 2018 ini, kami membangun mobil dengan sumber energi baterai elektrik. Kami harapkan mobil ini bisa memberikan hasil yang maksimal,” ujarnya dengan penuh semangat.

Puncak Kompetisi

Puncak dari kompetisi ini adalah Drivers’ World Championship (DWC) Asia – sebuah ajang balap yang seru. Tim-tim terbaik di tingkat regional akan menjadi wakil di ajang Driver’s World Championship Grand Final di London pada tanggal 8 Juli. Di ajang ini, tim-tim tersebut akan berkompetisi secara langsung untuk menentukan pengemudi terandal yang paling efisien dalam berkendara.Kampus Di Aceh Turun Di Ajang Make the Future Singapore 2018

Tinggalkan Balasan