Jangan Ubah Celah Posisi Gap Pada Busi

Jangan Ubah Celah Posisi Gap Pada Busi Ganti Busi Sebelum Terlambat, ngk busi

Jangan Ubah Celah Posisi Gap Pada Busi

MobilKomersial.com- Performa mesin sangat tergantung dari kesempurnaannya proses pembakaran di dalam silinder. Tingkat keberhasilannya pun ditunjang dengan bunga api dari busi. Busi berfungsi untuk menghasilkan percikkan bunga api pada celah elektrodanya. Syarat terjadinya pembakaran yaitu karena ada tiga unsur, bahan bakar, udara dan api.

Untuk menghasilkan tenaga mesin yang optimal salah satunya dengan memperbaiki sistem pengapiannya agar bunga api yang dihasilkan pada busi menjadi lebih baik yang nantinya digunakan untuk membakar campuran bahan bakar dan udara baik sehingga akan mengahasilkan tekanan pembakaran yang optimal.

Dilansir dari MobilKomersial.com yang pernah melakukan uji tes busi standar di bantu oleh Indra yang merupakan salah satu mekanik dari “Rindang Motor” yang terletak di bilangan Rawamangun, Jakarta timur melakukan beberapa tes performa mesin dengan cara mengatur celah atau gap busi di motor standar.

Gap Rapat

Dari beberapa percobaan yang dilakukan, dari yang posisi Gap rapat hingga yang renggang. Dan hasil tersebut, didapat bahwa jarak gap yang sangat rapat atau yang lebih mendekati ke elektroda, mesin motor sulit dihidupkan. Kalaupun berhasil dihidupkan, maka akselerasi motor tersebut seringnya tersendat-sendat. Parahnya, saat Rpm idle terkadang mesin mati mendadak, hal ini disebabkan karena pembakarannya tidak sempurna.

Gap Renggang

Begitu juga dengan sebaliknya, apabila posisi gap dibikin sangat renggang dari ukuran standar, Performa mesin motor memang sedikit lebih mantab atau lebih ringan dibanding posisi gap dengan posisi yang standar, Akan tetapi saat mesin digeber dengan RPM tinggi, dari bagian silinder terdengar suara gemericik seperti knocking tapi lebih halus. Saat motor di geber di RPM tinggi, putaran mesin atasnya baru terasa ada gejala yang kurang nyaman. Hal ini terdeteksi dengan munculnya “brebet” di rpm tinggi dan sering juga muncul letupan-letupan kecil.

“Memang performa lebih meningkat, akan tetapi dengan suara bunyi gemericik tersebut tentu sangat membahayakan apabila digunakan untuk harian. Kalaupun dipaksa dapat merusak koil membuat usia mesin menjadi cepat usang. Dengan posisi gap yang renggang ini, selain membahayakan juga dapat dipastikan bahwa motor ini menjadi boros bensinnya.” ujar Indra.

Dari hasil ini membuktikan bahwa posisi gap dengan busi standar adalah yang paling ideal. Dengan posisi gap yang pas, membuat mesin mudah dinyalakan, performa tetap optimal dan yang pasti tidak membuat boros bensin. Jangan Ubah Celah Posisi Gap Pada Busi

Tinggalkan Balasan