Organda DKI Jakarta Siap Ubah Wajah Transportasi Jakarta

Organda DKI Jakarta Siap Ubah Wajah Transportasi Jakarta

Organda DKI Jakarta Siap Ubah Wajah Transportasi Jakarta

 

MobilKomersial.com – Ketua DPD Organda DKI Syafruhan Sinungan, mengajak semua pemangku kepentingan transportasi di Jakarta bersama-sama mengubah wajah angkutan umum di Ibukota. Selama lima tahun terakhir, banyak dinamika angkutan umum yang tidak berpihak kepada pengusaha yang ada di Jakarta.

“Sekarang ini angkutan taksi dari 35 perusahaan tinggal empat saja yang eksis. Angkutan bus sedang tinggal Kopaja saja,” kata Syafruhan dalam pembukaan Musyawarah Daerah DPD Organda DKI Jakarta ke-11 di Jakarta, Rabu (25/7/2018).

Menurut Syafruhan, anggota Organda DKI Jakarta siap melakukan revitalisasi angkutan umum. Pola angkutan umum mulai angkutan lingkungan (bajaj), angkutan bus kecil (Mikrolet/KWK), bus sedang hingga bus besar sudah memenuhi kebutuhan masyarakat.  Pola angkutan yang ada di Jakarta angkutan dirancang berdasarkan pemikiran mengantarkan masyarakat mulai dari rumah hingga ke tempat kerja.

Sayangnya pola integrasi angkutan dalam sistem yang dibangun Transjakarta yang saat ini dilakukan tidak menyentuh aspek perbaikan kualitas pelayanan. “Kita bisa mulai revitalisasi total angkutan besar, sedang dan kecil. Tapi HPS nya juga harus mengikuti, jangan pakai hitungan yang lama. Kami maunya maju, tapi Transjakarta maunya mundur,” katanya.

Di tempat yang sama, Deputy Gubernur yang membawahi bidang transportasi, Sutanto Soehodo mengungkapkan, dengan dinamika yang sangat tinggi, tidak ada satu faktor yang bisa menjadi solusi. Dia menyebutkan, transportasi massal harus menjadi basis solusi untuk mengatasi masalah kemacetan di Jakarta.

“Saat ini kita mengalami situasi yang lebih kompleks. Tidak ada satu factor yang bisa menjadi solusi. Pemerintah juga hanya sebagai fasilitator, masyarakat yang sangat berperan menentukan arah solusinya,” kata Sutanto.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Bambang Prihantono di hadapan anggota DPD Organda DKI Jakarta berharap, pengusaha bisa mengantisipasi situasi yang berkembang saat ini. Potensi usaha untuk angkutan umum sangat besar. Dia menyebut ada 48 juta pergerakan orang di Jabodetabek setiap harinya. Saat Light Rail Transit (LRT) beroperasi baru bisa menangangkut 5 juta pergerakan.

“Mohon diantisipasi. Kami saat ini sedang menyiapkan kebijakan-kebijakan. Mari bersama-sama membangun transportasi di Jakarta dan sekitarnya yang berbasis teknologi. Kami pun tidak bisa berdiri sendiri,” kata Bambang.  

Organda DKI Jakarta Siap Ubah Wajah Transportasi Jakarta
Musda DPD Organda DKI Jakarta_Pembukaan
Organda DKI Jakarta Siap Ubah Wajah Transportasi Jakarta
Musda DPD Organda DKI Jakarta

Tinggalkan Balasan