Pemkot Semarang Jajal Bus Berbahan Bakar Gas

armada-bus-rapid-transit-semarang (foto Antara)

Semarang, MobilKomersial.com – Pemerintah Kota Semarang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Toyama, Jepang memulai program konversi bahan bakar bus Trans Semarang menjadi gas. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan Kota Semarang sebagai kota cerdas berwawasan lingkungan.

Walikota Hendrar Prihadi mengatakan bahwa program ini agar Kota Semarang mempunyai transportasi umum yang ramah lingkungan. Kerjasama antar Kota Semarang dan Kota Toyama, Jepang sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak penandatanganan MoU pada 14 Desember 2017.

Semarang, MobilKomersial.com - Pemerintah Kota Semarang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Toyama, Jepang memulai program konversi bahan bakar bus Trans Semarang menjadi gas. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan Kota Semarang sebagai kota cerdas berwawasan lingkungan.
Walikota Semarang Hendrar Prihadi pantau bus bahan bakar gas (foto viva.co.id)

Hendi meyakini dengan penggunaan gas sebagai bahan bakar armada bus Trans Semarang, selain lebih ramah lingkungan, biaya yang dikeluarkan untuk operasional BRT Trans Semarang bisa lebih efisien dibandingkan sebelumnya.

“Untuk solar per liternya biaya yang harus dikeluarkan berkisar di angka Rp5.150, sedangkan kalau gas per liternya hanya Rp4.500 untuk jarak tempuh 2,5 km pada bus besar, dan 3,5 km pada bus medium,” terang pria yang akrab disapa Hendi dikutip viva.co.id di Balaikota Semarang, Selasa (24/7/2018).

Rencananya, armada bus Trans Semarang yang akan dikonversi menjadi berbahan bakar gas berjumlah 72 unit yang meliputi koridor 1, 5, 6, 7, dan yang menuju ke Bandara.

Tinggalkan Balasan