Beberapa perbedaan Suzuki Swift Strong Hybrid dengan Versi Regulernya

Tangerang, MobilKomersial.com – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memanfaatkan momentum Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 untuk memperkenalkan mobil hybrid konsepnya, All New Swift Strong Hybrid. Hatchback hybrid ini memiliki sistem perpaduan Dual Jet Engine dan Motor Generator Unit (MGU) yang memberikan tenaga besar dan membantu kinerja mesin.

Untuk di Jepang sendiri,Suzuki Swift Hybrid ditawarkan dengan dua varian, yaitu Suzuki Swift Hybrid SG dan Suzuki Swift Hybrid SL. Di Jepang, Mobil Hybrid ini dijual dengan rentang harga 1.660.000 Yen atau setara 195,3 juta Rupiah hingga 1.944.000 Yen atau setara 228,7 juta Rupiah.

Kalau untuk pasar Indonesia bagaimana? Sesungguhnya All New Swift Strong Hybrid yang dipamerkan di GIIAS 2018 ini merupakan konsep dan belum untuk di jual di Indonesia.

“Kami memperkenalkan konsep Suzuki All New Swift Strong Hybrid dalam ajang GIIAS 2018 sebagai bentuk kesiapan kami untuk menghadirkan mobil ramah lingkungan dan emisi rendah di Indonesia, selain itu ini adalah arahan dari jepang langsung. Jika sebelumnya kami ada  yang soft itu New Ertiga. Suzuki Swift Strong Hybrid ini merupakan lanjutannya. Sebelum menuju yang lebih jauh lagi seperti kendaraan elektrik, pihaknya sedang dalam proses studi. Untuk ke Electric Vehicle kita lagi menuju kesana, mulai dari mild, kini strong. Nanti ada saatnya untuk memperkenalkan. Itu roadmap kami,” kata Yulius Purwanto, Head of 4W Product Development & Accessories PT SIS kepada wartawan, Rabu (8/8/2018).

Namun bagian mana saja yang memberdakan Swift Hybrid dengan yang versi reguler?

Perbedaan tentunya ada pada bagian mesin, diketahui All New Swift Strong Hybrid ini menawarkan dua jenis mode mengemudi yaitu perpaduan Dual Jet Engine dan MGU. Hal ini membuat Swift dengan tenaga hybrid memiliki efisiensi bahan bakar hingga 32 Km/L. Dan cara kerja mesinnya juga cukup unik, karena pada saat kecepatan dibawah 80 km/ jam atau kecepatan konstan MGU membantu menghentikan mesin secara otomatis dan mengubahnya menjadi EV (Electric Vehicle).

Namun ketika kecepatan dinaikkan atau pergantian gigi secara bertahap mesin akan bekerja dan MGU membantu kinerja mesin untuk menambah kecepatan.

Sedangkan Pada saat kecepatan berkurang, motor akan menghasilkan listrik yang digunakan untuk men-charge Battery (Li-thium).

Perbedaan tak hanya ditemui pada perangkat di balik kap mesinnya saja, beberapa perbedaan dengan varian regulernya juga ditemukan, mulai dari emblem hybrid pada fender kiri dan kanan, aksen biru pada tuas transmisi AGS, dan fitur terbaru yaitu Dual Camera Brake Support telah tersemat.

Tinggalkan Balasan