Bus Ikarus yang Melegenda Saat Asian Games 1962

Bus Ikarus yang Melegenda Saat Asian Games 1962

Bus Ikarus yang Melegenda Saat Asian Games 1962

 

 

MobilKomersial.com –  Berawal dari memperbaiki kereta kuda hingga akhirnya seseorang bernama Imre Uhry dari Hongaria mencoba untuk melakukan sesuatu yang berbeda yaitu dengan perbaikan dan pembuatan truk. Ketika Perang Dunia I berakhir, Imre Uhry terus fokus dengan produksi sasis-sasis untuk kendaraan sesuai pesanan. Pada masa itu, banyak truk, bus, maupun beberapa mobil penumpang memesan sasis dari Uhry.

 

Jatuh Bangun

Berbekal ketekunan serta hasilnya yang baik, akhirnya dia berhasil mendirikan perusahaan pembuatan bus. Dalam menjalankan usahanya tersebut tentu banyak halangan dan rintangan. Dalam usahanya, Imre Uhry sempat mengalami jatuh bangun karena krisis. Cobaan datang menerpa menjadikan cambuk bagi Uhry untuk terus berusaha dengan usahanya. Akhirnya perusahaan ini berhasil bangkit kembali dan mengembangkan beberapa varian untuk model terbarunya.

 

Asian Games 1962

Ketangguhan produk Ikarus terdengar hingga ke Indonesia. Selain Ikarus, pemerintah Indonesia juga menyediakan beberapa bus intercity. Dalam sebuah media lokal terbitan tahun 1967 memberitakan setelah empat tahun digunakan dalam Asian Games 1962, hanya sedikit bus yang dapat beroperasi. Hal tersebut disebabkan karena Ikarus mulai mengalami kerusakan dan akhirnya mangkrak menunggu suku cadang yang belum datang. Kala itu Pemerintah mencatat ada sekitar 87 buah bus Ikarus yang digunakan dalam Asian Games 1962.

Bus Ikarus yang Melegenda Saat Asian Games 1962

Perbaikan

Di masa Soeharto naik menjadi presiden, moda transportasi darat mulai membaik. Pemerintah juga melakukan perbaikan terhadap beberapa bus Ikarus yang sempat mangkrak. Seperti media lokal yang terbit pada tahun 1993,Pemerintah Indonesia mulai menerapkan bus gandeng Ikarus. Bus gandeng bikinan Ikarus tipe 281 diuji coba selama satu tahun oleh pemerintah. Jika lulus ujicoba, bus bermesin DAF-Belanda ini bisa memperkuat armada di Indonesia, dan dimasukkan ke dalam negeri sebanyak 400 unit.

Di tahun 1995, Siti Hardiyanti Rukmana mendatangkan 43 unit bus Ikarus ke Indonesia. Bus ini merupakan proyek percontohan. Bus Ikarus tersebut untuk keperluan lintas jarak jauh di Jabodetabek. Sebanyak lebih dari 30 unit didatangkan dalam bentuk jadi, sedangkan sisanya akan dirakit di Indonesia dengan teknologi monocoque (tanpa chasis).

Sepuluh unit yang dirakit sendiri dengan teknologi tanpa chasis dikerjakan di bengkel PPD di Narogong, Bekasi Timur. Semua itu merupakan pengadaan 200 unit bis tempel bermesin disel (BBD) Mesin diselnya berasal dari Detroit Diesel (AS), yang untuk Indonesia dengan agen tunggal PT Mabua Detroit Diesel, termasuk pelayanan pascajualnya.

 

Bus Ikarus yang Melegenda Saat Asian Games 1962

Sumber : Kompas

Tinggalkan Balasan