Bus Lower Deck Berlogo Wonderful Indonesia Resmi Beroperasi di Bandara Soetta

Tangerang, Mobilkomersial.com – Perusahaan yang bergerak di bidang Ground Handling dan Cargo Udara export Import, JAS Airport Service selaku mitra Co-branding Kementerian Pariwisata melakukan inovasi layanan dengan menambahkan lima armada bus apron lower deck. Untuk pertama kalinya, Bus apron lower deck masuk ke Indonesia dan mulai resmi beroperasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang pada Kamis, (09/08/2018). JAS Airport Service juga melengkapi bus tersebut dengan logo Wonderful Indonesia dan branding Asian Games 2018.

Penambahan bus apron lower deck merupakan upaya JAS untuk membenahi armada GSE (Ground Support Equipment). Bus apron berkapasitas 105 orang berfungsi melayani proses perpindahan penumpang dari pesawat ke terminal atau sebaliknya, terutama menjelang Asian Games bulan Agustus 2018 dan Paragames Asia di Oktober 2018.

“Kita berada di bandara Internasional yang juga melayani berbagai maskapai internasional, maka sudah sepatutnya mengikuti standar internasional. Sudah 34 tahun kami bermitra dengan Angkasa Pura II, semoga fasilitas terbaru ini memberikan nilai tambah untuk Bandara terbesar di Indonesia ini dan juga maskapai pelanggan JAS,” ujar Adji Gunawan selaku Direktur Utama JAS Airport Services.

Selain lower deck, bus apron delapan pintu ini juga memiliki CCTV dan suspensi udara canggih dengan kemampuan miring sampai level tertentu, untuk mempermudah penyandang disabilitas leluasa naik-turun bus. Bus berjenis serupa juga dipakai di bandara-bandara internasional, seperti Terminal 4 Changi dan Swissport.

Menteri Pariwisata Arief Yahya ikut mengapresiasi penempatan logo Wonderful Indonesia di armada baru Bus Apron Lower Deck. Kerja sama Co-Branding antara Kemenpar dengan JAS Airport Service, menurut Arief Yahya, memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. “Saat ini brand Wonderful Indonesia memiliki posisi tawar tinggi di dunia dengan menduduki peringkat 47 dalam country branding. Dengan melakukan co-branding, kita dapat melakukan efisiensi anggaran, co-creation, dan meningkatkan exposure masing-masing brand,” ujar Menpar Arief Yahya.

Ketua Tim Co-Branding Kemenpar Priyantono Rudito menambahkan, saat ini sudah ada 130 brand dari berbagai kategori produk seperti FMCG, banking, logistik, digital, dan sebagainya yang melakukan co-branding dengan WI/PI. “Menteri Pariwisata Arief Yahya tahun ini menargetkan 100 brand melakukan Perjanjian Kerja Sama Co-Branding MI/PI. Perjanjian kerja sama sebagai in action co-branding dalam upaya mempercepat pencapaian target kunjungan wisman,” kata Priyantono.

Priyantono mengatakan dari 130 brand yang sudah melakukan MoU Co-Branding Partner, 41 diantaranya telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kemenpar sehingga sudah melakukan in action konkret untuk meningatkan ekuitas dari brand Wonderful Indonesia di mancanegara maupun Pesona Indonesia di Tanah Air.

Co-Branding merupakan gerbang masuk dari kerjasama bekelanjutan antara Kemenpar dengan co-branding partners serta dalam rangka membangun komitmen bersama yang bersifat simbiosis mutualisme. Melalui sinergi yang terbentuk ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi dua belah pihak, dimana pada perspektif Kemenpar adalah meningkatnya jumlah wisman dan wisnus serta awareness terhadap brand Wonderful Indonesia

Tinggalkan Balasan