Daimler Batalkan Rencana Rakit Truk di Iran Setelah Donald Trump Jatuhkan Sanksi Atas Teheran

Daimler Batalkan Rencana Rakit Truk di Iran Setelah Donald Trump Jatuhkan Sanksi Atas Teheran

Daimler Batalkan Rencana Rakit Truk di Iran Setelah Donald Trump Jatuhkan Sanksi Atas Teheran

 

MobilKomersial.com – Sanksi Pemerintah Amerika Serikat terhadap Iran telah membuat rencana bisnis Daimler di Iran jadi porak poranda. Rencana memproduksi truk di Iran untuk pasar lokal oleh Daimler terpaksa dibatalkan.
Daimler AG memutuskan membekukan seluruh rencana bisnisnya di Iran termasuk rencana merakit truk di sana setelah Presiden AS Donald Trump memperbarui sanksinya terhadap Iran dan mengancam akan menghukum perusahaan-perusahaan yang nekat menjalin bisnis dengan mitranya di Iran.

40 Persen market share

Daimler sendiri saat ini memiliki bisnis yang bagus di AS. Selain memasarkan mobil mewah di pasar AS, Daimler juga menguasai pasar truk medium duty dan heavy duty di pasar AS dengan market share saat ini mencapai 40 persen. Hal ini tentu saja membuat Daimler AG berpikir dua kali jika nekat meneruskan rencana ekspansi bisnis otomotifnya di Iran.
Mengutip Bloomberg, Senin (27/8/2018), Daimler AG efektif memberlakuan pembekuan rencana bisnisnya di Iran mulai hari Selasa mengacu pada pernyataan tertulis Daimler melalui email. Semula Daimler AG akan kembali menguatkan bisnis truknya di Iran dan merakit truk di sana, bekerja sama dengan mitra lokalnya di Iran yang juga merupakan perusahaan otomotif terbesar di sana, Iran Khodro Co. Ekspansi bisnis ini sudah dirintis Daimler AG sejak 2016.
Sanksi Pemerintah AS terhadap Iran ini juga berimbas pada perusahaan otomotif Eropa lainnya. Renault SA dan PSA Group, perusahaan otomotif asal Prancis, menarik diri dari pasar Iran. Sementara, produsen pesawat terbang Airbus SE hanya mengirimkan beberapa dari rencana pengiriman 100 unit pesawat yang semula dipesan oleh perusahaan maskapai penerbangan di Iran. Perusahan telepon seluler terbesar di Afrika, MTN Group Ltd juga membatalkan rencana bisnisnya membangun jaringan kabel serat optik senilai 750 juta dolar AS di sejumlah kota besar di Iran akibat adanya sanksi Pemerintah AS ini.
Daimler Batalkan Rencana Rakit Truk di Iran Setelah Donald Trump Jatuhkan Sanksi Atas Teheran
Penulis Arieffandi

Tinggalkan Balasan