Ini Nama Para Pemenang Kompetisi ‘Think Efficiency 2018’

“Kami berharap kompetisi seputar inovasi energi dan tribology ini dapat terus diselenggarakan untuk memotivasi anak bangsa dalam mengembangkan produk inovatif dan mengambil peran dalam kemajuan & kemandirian teknologi nasional,” tuturnya.

Ini Nama Para Pemenang Kompetisi Think Efficiency 2018

Ini Nama Para Pemenang Kompetisi ‘Think Efficiency 2018’

 

Jakarta, MobilKomersial.com – Shell sebagai perusahaan energi terintegrasi berkomitmen untuk dapat membantu dunia memenuhi kebutuhan energi melalui cara-cara yang bertanggung jawab secara ekonomi, lingkungan dan sosial.

Dalam upaya tersebut Shell secara aktif melakukan terobosan dan menjalin kerjasama dengan banyak pihak, termasuk dengan kalangan industri dan akademisi, salah satunya adalah dengan penyelenggaraan seminar bertajuk ‘Inovasi untuk Negeri’ pekan lalu (14/8) di Jakarta.

Seminar yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-73 tersebut diawali dengan presentasi para finalis kompetisi inovasi ‘Think Efficiency 2018’, yang dibuka langsung oleh Dian Andyasuri, Direktur Pelumas PT Shell Indonesia dan menghadirkan Muhammad Dimyati, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi sebagai Keynote Speaker, serta Saleh Abdurrahman, Sekretaris Jenderal Energi Nasional.

Seminar dihadiri oleh tak kurang dari 140 peserta dari berbagai kalangan seperti akademisi, praktisi, dan mahasiswa yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

“Penyelenggaraan Seminar ‘Inovasi untuk Negeri’ dan kompetisi ‘Think Efficiency 2018’ merupakan bagian dari kampanye ‘Shell untuk Indonesia’. Semua itu bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada para inovator Indonesia sekaligus mendorong kemajuan ilmu dan teknologi di Indonesia,” jelas Dian.

 

Pemenang ‘Think Efficiency 2018’

Kompetisi ‘Think Efficiency 2018′ yang diselenggarakan bekerjasama dengan Energy Academy Indonesia (Ecadin) terbagi ke dalam dua bidang utama, Energi dan Tribologi (ilmu mengenai gesekan antara dua permukaan yang bergerak, meliputi studi lebih dalam tentang gesekan, keausan, serta material pelumas dan pelumasa ).

Kompetisi yang berlangsung dari 1 Mei 2018 hingga 31 Juni 2018, dikuti lebih dari 100 ide yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar SMU, pekerja profesional, hingga para pengajar di Universitas. Pada tahap final – dari enam tim yang berhasil masuk ke babak final – dewan juri akhirnya memutuskan dua tim Inovator Indonesia sebagai pemenang utama “Think Efficiency Award 2018”.

Untuk kategori Energi, tim REPGY (Recycled Panel Eco Energy) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil menjadi juara pertama dengan ide inovasi “=’Panel Ondrivoltaic Berbahan Plastik Daur Ulang Terinstalasi dengan Sel Ondri’.

Tim beranggotakan empat orang, yaitu Bagas Pramana sebagai ketua penelitian, Reza Aulia, Rafif Nova dan M. Afif ini berhasil menciptakan panel ondrivoltaik yang terinstalasi dengan sel ondri sebagai pemanen panas matahari menjadi listrik untuk pemenuhan kebutuhan listrik konvensional yang murah dan mandiri di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar). REPGY memiliki tingkat efisiensi yang mampu bersaing, lebih stabil, dan lebih murah jika dibandingkan dengan sel surya berbasis silikon.

Sementara untuk kategori Tribologi, juara pertama dimenangkan oleh Tim Infinite dengan membawakan inovasi ‘Permodelan Simulasi Friction dan Efisiensi pada Excavator dengan Computational Intelligence Controller’.

Tim yang diketuai oleh Daniel Martomanggolo, dosen di program studi Teknik Informatika, berhasil mengurangi hilangnya energi dan biaya yang ditimbulkan oleh gesekan pada excavator pada system hydraulic maupun joint. Dengan berkurangnya gesekan tersebut, maka penggunaan bahan bakar pada komponen hydraulic dan keausan joint dapat berkurang, sehingga meningkatkan efisiensi pada excavator secara keseluruhan.

Ajang penghargaan inovasi ini menitikberatkan penilaian pada aspek originalitas, produk, dampak, dan keberlanjutan. Untuk aspek originalitas, penilaian meliputi; tujuan, ide yang mendasari, dan keunggulan konsep.

Sementara untuk aspek produk, penilaiannya meliputi; desain, kerangka berpikir, proses pembuatan, biaya, dan cara kerja. Penilaian pada aspek dampak meliputi dampak terhadap efisiensi dan ekonomi.

Terakhir pada aspek keberlanjutan, penilaiannya meliputi: potensi produk bermanfaat dan bersaing dalam jangka panjang, arah dan strategi pengembangan, dan hambatan/faktor utama dalam pengembangan.

Dua bidang yang dipilih dalam kompetisi inovasi ‘Think Efficiency 2018’ yaitu energi dan tribologi,  merupakan bidang kompetensi Shell, dan diharapkan sinergi dengan para inovator ini akan memberikan dampak yang positif untuk perkembangan teknologi di Indonesia pada masa yang akan datang.

Dr. Syarif Riyadi yang mewakili juri mengatakan, bahwa ide-ide inovasi dari anak bangsa yang hadir dalam kompetisi ini luar biasa kreatif dan inovatif. Karya-karyanya menggambarkan potensi anak bangsa dalam melahirkan inovasi, mulai dari ide-ide dasar sains hingga produk aplikatif yang dapat dijual ke pasar dan berguna bagi masyarakat, yang kemudian mengarah menuju kemandirian teknologi nasional.

“Kami berharap kompetisi seputar inovasi energi dan tribology ini dapat terus diselenggarakan untuk memotivasi anak bangsa dalam mengembangkan produk inovatif dan mengambil peran dalam kemajuan & kemandirian teknologi nasional,” tuturnya.

Editor : Dimas Lombardi

Tinggalkan Balasan