Kisah Menarik Sopir Bus Timnas U-23 di Asian Games 2018

“Sesuai permintaan yang selalu diputar lagu-lagu nostalgia tempo dulu. Para pemain dan tim pelatih menikmati lagu ini, terkadang ada juga di antara pemain ikut bernyanyi. Tapi tidak sampai joget, seperti kebanyakan pemain bola lainnya yang pernah saya supiri. Mungkin tidak enak dengan Coach Luis Milla,” cerita Setyo.

sopir bus timnas u-23 saat ajang Asian Games 2018 (foto bolacom)

Jakarta, MobilKomersial.com – Dibalik suksesnya Tim Nasional Indonesia Sepakbola U-23 berlaga di ajang Asian Games 2018, ada satu sosok yang turut membantu kesuksesan tersebut. Ya, dia adalah Setyo. Dilansir dari laman Bola.com, pria paruh baya berusia 50 tahun tersebut merupakan seorang sopir bus Timnas U-23.

Pria asal Temanggung, Jawa Tengah ini, dalam lima hari terakhir mendampingi Luis Milla dan anak-asuhnya saat menjalani sesi latihan ataupun bertanding di perhelatan Asian Games 2018.

Saat ditanya mengenai apa saja yang menarik saat membawa para pemain dan official, Setyo dengan lugas menjelaskan bahwa perilaku para pemain Timnas Indonesia U-23 saat menumpang bus unik dan lucu. “Anak-anak timnas lucu-lucu. Mereka doyan bercanda. Suasana tidak pernah sepi, selalu ramai. Seru lah pokoknya,” ujarnya dikutip dari bola.com, Kamis (16/8).

Di bus timnas terdapat fasilitas DVD Player, saat penggawa Garuda Muda berada di dalamnya bus, Setyo selalu memutar video karaoke, seperti khas bus-bus antarkota pada umumnya.

Uniknya walau rata-rata usia pemain masih belia, video karaoke yang diputar bukan lagu-lagu kekinian, khas anak muda generasi millenial.

“Sesuai permintaan yang selalu diputar lagu-lagu nostalgia tempo dulu. Para pemain dan tim pelatih menikmati lagu ini, terkadang ada juga di antara pemain ikut bernyanyi. Tapi tidak sampai joget, seperti kebanyakan pemain bola lainnya yang pernah saya supiri. Mungkin tidak enak dengan Coach Luis Milla,” cerita Setyo.

Luis Mila dan Bima Sakti asistennya di bus lebih banyak diam, jarang mengumbar obrolan. Mereka biasanya duduk di kursi baris depan. “Pelatih terlihat lebih serius, walau sesekali juga tersenyum melihat tingkah laku para pemain,” tuturnya.

Menyupiri pesepak bola bukan hal baru bagi Setyo. Sebelum memegang Timnas Indonesia U-23 ia sempat menjadi supir klub Divisi Utama, Persitema Temanggung.

“Selama 13 tahun saya mengabdi di sana. Sekarang dipercaya menyupiri pemain-pemain terbaik Indonesia buat saya pribadi sebuah kebanggaan besar,” ucap Setyo.

Setyo berharap Timnas Indonesia u-23 bisa melaju jauh di Asian Games 2018. Kekalahan 1-2 melawan Palestina ikut membuat sang driver sedih.

“Pemain yang tergabung di Timnas U-23 anak-anak baik. Mereka sopan, selalu tidak pernah lupa mengucapkan terima kasih. Saya selalu berdoa supaya mereka sukses mengharumkan nama bangsa,” tutur Setyo menutup pembicaraan.

 

Sumber : berita lainnya

Tinggalkan Balasan