Lima Bus Apron Tipe Lowdeck untuk Bandara Soekarno-Hatta Buatan Pabrikan Bus Yutong, China

Bus Apron Tipe Lowdeck

Jakarta, MobilKomersial.com – PT Jasa Angkasa Semesta Airport Services, pekan lalu resmi meluncurkan lima unit bus apron terbaru untuk dioperasikan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten. Kelima bus apron yang dipesan dari perusahaan body builder bus di luar negeri tersebut diklaim sebagai bus apron lower deck pertama yang dioperasikan di bandara internasional di Indonesia.

“Ini merupakan bus apron low deck pertama yang beroperasi di Indonesia, tepatnya di Bandara Internasional Soekarno Hatta,” ungkap Muhammad Awaluddin selaku Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), BUMN pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pihaknya bersyukur JAS Airport Services mampu menghadirkan lima bus apron lower deck ini karena akan membuat Bandara Internasional Soekarno-Hatta sejajar dengan bandara internasional lain di luar negeri yang juga lebih dulu mengoperasikan bus apron lower deck.

“Kita berada di bandara Internasional yang juga melayani berbagai maskapai internasional. Jadi sudah sepatutnya mengikuti standar internasional,” ungkap Awaludin.

Direktur Utama JAS Airport Services Adji Gunawan mengatakan, harga pembelian satu unit bus ini mencapai sekitar Rp 2 miliar. Dengan demikian untuk pengadaan kelima unit bus apron lower deck tersebut, JAS Airport Services merogoh kocek sekitar Rp 10 miliar.

Baca juga : Ini Dia Bus Apron Terbaru Tipe Lower Deck untuk Bandara Soekarno-Hatta

Bus ini diimpor dari China dan diproduksi pabrikan bus Yutong dan memiliki total panjang bodi 13,8 meter dan lebar bodi 3 meter serta  tinggi bodi 3,1 meter. Dalam sekali jalan, bus mampu mengangkut 105 penumpang duduk dan berdiri.

Ke depan, JAS Airport Services akan menambah jumlah bus apron semacam ini menjadi 13 unit dan seluruhnya akan dioperasikan di lingkungan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Adji Gunawan, Direktur Utama JAS Airport Services mengatakan, lima bus apron terbaru ini dihadirkan guna memenuhi ketentuan Dirjen Perhubungan Udara KP 635 tahun 2015 tentang standar peralatan penunjang pelayanan darat pesawat udara atau ground support equipment (GSE) dan kendaraan operasional yang beroperasi di sisi udara. Pengoperasian lima bus ini juga sekaligus menyambut para tamu dari berbagai negara di penyelenggaraan pesta olahraga Asian Games 2018 yang resmi dibuka Sabtu malam, 18 Agustus 2018.

Penulis: Ariefandi

 

Tinggalkan Balasan