Studi: Remaja Cenderung Abaikan Sabuk Pengaman

“Sabuk pengaman memberi kenyamanan bagi siapa pun, walau dalam kendaraan mereka ngobrol, dengan rekan-rekan mereka,” kata Mike Robinson, Genderal Manager Yayasan Safe Anak Worldwide.

Studi: Remaja Cenderung Abaikan Sabuk Pengaman

Remaja Cenderung Abaikan Sabuk Pengaman

 

 

MobilKomersial.com – Sebuah studi yang dilakukan oleh Safe Kids Worldwide, lembaga anak Internasional, menemukan sekitar 2.500 remaja meninggal dalam kecelakaan setiap tahun di Amerika Serikat. Laporan ini menunjukan lebih banyak remaja meninggal dalam kecelakaan kendaraan bermotor dibandingkan dengan penyebab lain.

Seperti dilansir safekids.org, data menunjukan 56 persen kematian terjadi pada pengemudi kendaraan dan 44 persen dialami penumpang. Dan lebih dari separuh jumlah kecelakaan fatal tersebut melibatkan remaja yang mengabaikan penggunaan sabuk pengaman.

Peran orang tua pun menjadi faktor lain yang mempengaruhi kecelakaan, terkait kebebasan yang diberikan pada anak tanpa batas. meski begitu, tetap hal terpenting dalam keamanan berkendara yang  diabaikan ramaja adalah pentingnya menggunakan sabuk pengaman.

Hasil penelitian ini menggarisbawahi pentingnya informasi dan pesan dari orang tua pada remaja untuk mengenakan sabuk pengaman. Tidak kurang dari 1.000 anak-anak berusia 13 sampai 19 yang disurvei untuk studi interaktif ini,  mendapat pengetahuan berharga dan respon timbal balik yang positif dari interaksi peneliti dan anak-anak.

Studi: Remaja Cenderung Abaikan Sabuk Pengaman

Laporan ini juga mengidentifikasi beberapa perilaku remaja yang agak mengkhawatirkan ketika mengemudi. Hanya empat dari 10 remaja yang menegur sopir ketika ia mengemudi dengan cara yang berisiko.

Sedangkan temuan lain dalam interaksi ini adalah mereka lupa mengenakan sabuk pengaman. Yang lebih memprihatinkan adalah  jawaban dari pengemudi yang berujar bila mengenakan sabuk pengaman membuat mereka merasa tidak nyaman.

“Sabuk pengaman memberi kenyamanan bagi siapa pun, walau dalam kendaraan mereka ngobrol, dengan rekan-rekan mereka,” kata Mike Robinson, Genderal Manager Yayasan Safe Anak Worldwide.

Tinggalkan Balasan