Semester Pertama 2018, Penjualan Truk Fuso Tidak Terganggu Kenaikan Nilai Rupiah

“Kami sudah menaikkan harga (truk Fuso) sejak Mei,” kata Duljatmono saat ditemui di sela-sela pameran otomotif GIIAS di ICE, BSD City, Tangerang Selatan, yang akan berlangsung hingga 12 Agustus 2018 nanti.

Booth Mitsubishi Fuso KTB Saat Di Ajang GIICOMVEC 2018 

Semester Pertama 2018, Penjualan Truk Fuso Tidak Terganggu Kenaikan Nilai Rupiah

 

Tangerang, MobilKomersial.com – Kenaikan nilai tukar rupiah yang berimbas mendongkrak harga kendaraan niaga di Indonesia, tidak berpengaruh terhadap penjualan truk Mitsubishi Fuso.

Menurut Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Duljatmono, kenaikan harga truk tersebut sejauh ini tidak mengganggu penjualan Mitsubishi Fuso.

“Kami sudah menaikkan harga (truk Fuso) sejak Mei,” kata Duljatmono saat ditemui di sela-sela pameran otomotif GIIAS di ICE, BSD City, Tangerang Selatan, yang akan berlangsung hingga 12 Agustus 2018 nanti.

Bahkan, kata dia, pada semester 1 KTB yang merupakan agen pemegang merek Mitsubishi Fuso di Indonesia mencatatkan kenaikan penjualan hingga sebesar 25 persen.

“Kenaikan harga 1,5 persen itu tidak ngaruh, mungkin karena memang bisnis lagi bagus,” tuturnya.

Duljatmono menyebut, ada tiga faktor mengapa permintaan truk dan kendaraan niaga lainnya di Indonesia tetap bertumbuh, yaitu pembangunan infrastruktur serta membaiknya harga komoditas perkebunan khususnya kelapa sawit dan komoditas tambang terutama batubara.

Dirinya optimis pertumbuhan permintaan truk pada semester 1 akan berlanjut pada semester 2 tahun 2018 ini, seiring dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kalau tidak ada kejadian besar, permintaan truk semester 2 biasanya selalu lebih bagus dari semester 1,” ujarnya.

KTB menargetkan hingga akhir tahun 2018 penjualan truk Fuso menembus angka 53 ribu unit dengan pangsa pasar sekitar 46 persen.

Adapun untuk wilayah Pulau Jawa, termasuk wilayah Jabodetabek masih memberi kontribusi penjualan terbesar 55 persen, kemudian Sumatera sekitar 30 persen, sisanya wilayah lain di Indonesia.

Tinggalkan Balasan