1.000 Truk Hidrogen Milik Hyundai Siap Dikirim ke Perusahaan Swiss

truk hidrogen hyundai

Hannover, MobilKomersial.com – Hyundai menandatangani kerjasama dengan perusahaan hidrogen Swiss yaitu H2 Energy (H2E) untuk memasok truk ramah lingkungan berbahan bakar hidrogen (fuel cell vehicle) dalam lima tahun mendatang.

Dalam pernyataan resmi Hyundai, kesepakatan ini akan dimulai tahun 2019 dengan memasok sedikitnya 1.000 unit truk berbahan bakar hidrogen untuk keperluan pelanggan Swiss yang diawali dari anggota Swiss H2 Association.

“Kami lagi-lagi memajukan bidang teknologi sel bahan bakar di industri otomotif dengan pengumuman ambisi kami hari ini untuk mengkomersilkan truk listrik sel bahan bakar untuk pertama kalinya di dunia,” kata Wakil Presiden Eksekutif dan Kepala Divisi Komersial Hyundai Motor In Cheol Lee kepada pers di Hanover, Jerman, Rabu waktu setempat (Kamis dinihari WIB).

Nota kesepahaman (MoU) kesepakatan Hyundai Motor dengan Swiss H2 itu ditandatangani di ajang pameran IAA Commercial Vehicle 2018 di Hannover, Jerman, dimana dari pihak Swiss H2 diwakili Chairman Rolf Huber.

“Ekonomi hidrogen yang berkelanjutan membutuhkan ekosistem yang dirancang untuk hidrogen. Inilah mengapa kolaborasi kami antara Hyundai Motor, H2 Energy, Swiss H2 Association, dan produsen listrik utama di Swiss sangat strategis dan masuk akal,” kata Huber.

Dengan telah diperkenalkannya kendaraan listrik sel bahan bakar yang diproduksi massal pada 2013, yakni Hyundai Tucson fuel cell, dan peluncuran FCEV NEXO tahun ini, pasokan armada truk hidrogen ini menandai ekspansi Hyundai ke pasar kendaraan komersial ramah lingkungan.

Truk listrik fuel cell yang sedang dikembangkan Hyundai sesuai dengan peraturan Eropa, dengan sistem bahan bakar hidrogen 190kW baru dengan dua sistem fuel cell yang terhubung paralel, seperti yang diterapkan pada NEXO.

Mampu menempuh jarak 400 km

Truk yang dimiliki Hyundai ini mempunyai banyak keunggulan, di antaranya adalah jarak tempuh mencapai 400 km dengan delapan tangki terisi penuh.

“Kami tidak berencana untuk hanya menjual 1.000 kendaraan kemudian menghentikan bisnis. Kami berharap akan lebih banyak lagi di masa depan,” ungkapnya optimis.

Menurut Hyundai, salah satu masalah terbesarnya adalah kurangnya infrastruktur termasuk stasiun pengisian hidrogen. Diperlukan banyak investasi untuk dapat menyelesaikan hal ini.

Meski begitu, truk listrik sel bahan bakar ini menawarkan desain yang khas. Ini disajikan dalam desain yang sederhana dan bersih yang juga efisien secara aerodinamis, dan dilengkapi dengan spoiler dan pelindung samping.

Grille depan melambangkan hidrogen melalui bentuk geometris, memberikan tampilan yang unik dan kuat pada kendaraan. Kendaraan ini memancarkan tampilan ramah lingkungan dengan aplikasi warna biru dan grafis badan samping yang tebal, yang juga memvisualisasikan karakter dinamisnya.

Tinggalkan Balasan