DIRJEN HUBDAT: “CABUT IZIN BUS WISATA YANG ABAIKAN KESELAMATAN!”

Dirjen Budi menjelaskan bahwa pihaknya telah mencabut izin operasi perusahaan bus yang mengalami kecelakaan di Cikidang tersebut. “Kecelakaan selalu menjadi stimulus bagi kita untuk melakukan perbaikan supaya tidak ada lagi kecelakaan,” kata Dirjen Budi.

CABUT IZIN BUS WISATA YANG ABAIKAN KESELAMATAN

MobilKomersial.com – Pasca kecelakaan bus pariwisata yang terjadi di Cikidang Sukabumi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi menyatakan bahwa tiap perusahaan bus pariwisata yang melanggar aspek keselamatan akan dicabut izin operasi perusahaannya. Hal ini disampaikan Dirjen Budi dalam konferensi pers pada Rabu (26/9) sore.

.
Dirjen Budi menjelaskan bahwa pihaknya telah mencabut izin operasi perusahaan bus yang mengalami kecelakaan di Cikidang tersebut. “Kecelakaan selalu menjadi stimulus bagi kita untuk melakukan perbaikan supaya tidak ada lagi kecelakaan,” kata Dirjen Budi.
.
Penanganan atas kecelakaan bus tersebut dibagi dalam beberapa tahap. Penanganan dalam jangka pendek yaitu melalui koordinasi dengan Kepolisian untuk melakukan pengawasan ke beberapa pool bus dan jalanan. “Bus wisata ini tidak masuk ke terminal. Padahal bus biasa masuk terminal dan bisa dilakukan rampcheck. Maka akan dilakukan penindakan tegas dan pengawasan kepada operator juga pengemudinya,” ujar Budi.

.

Dirjen Budi juga menilai bahwa operator kendaraan wisata mengabaikan aspek keselamatan. “Dia (operator bus wisata) lebih mengutamakan profit dibanding aspek keselamatan,” kata Dirjen Budi.

.

Pengawasan ketat pun akan dilakukan saat peak season, yaitu waktu orang-orang berlibur. “Saya minta kita turun ke jalan. Saya harapkan di semua provinsi pengawasan bergerak terutama di jalan-jalan rawan,” ucapnya.
Tak hanya itu, fungsi Safety Driving Centre pun akan dimaksimalkan untuk melakukan pelatihan kepada pengemudi. “Kami harap operator dapat menyiapkan kendaraan bus nya dari awal,” kata Dirjen Budi.
CABUT IZIN BUS WISATA YANG ABAIKAN KESELAMATAN
.
Dirjen Budi mengimbau pada masyarakat untuk lebih sadar dan memilih kendaraan pariwisata yang baik. Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat telah menciptakan sebuah aplikasi untuk mengecek rekomendasi kendaraan pariwisata dan PO bus yang berkeselamatan. Aplikasi guna mengecek angkutan pariwisata ini sudah tersedia di app store, sehingga masyarakat umum dapat melalukan pengecekan data perusahaan dan data kendaraan.

.

“Selain itu saya bentuk tim Ad-hoc yg komprehensif yang terdiri dari beberapa institusi untuk melihat dan mengkaji proses bisnis kendaraan wisata,” kata Dirjen Budi. Ia mengharapkan tim yang dibentuknya ini sudah menunjukkan hasil kerja per Oktober.

.

Dalam acara ini hadir juga Ateng Aryono Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Angkutan Darat (Organda), Aswin A Siregar dari Korlantas Polri, dan Amos Sampetoding Direktur Operasional Jasa Raharja

Tinggalkan Balasan