Dianggap Rugi, Gubernur Bali ‘Stop’ Operasional Bus Trans Sarbagita

Dianggap Rugi, Gubernur Bali 'Stop' Operasional Bus Trans Sarbagita

Denpasar, MobilKomersial.com – Setelah tujuh tahun melanglangbuana, bus Trans Sarbagita akhirnya dinonaktifkan operasionalnya oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster. Sejak beroperasi cukup lama yakni pada 18 Agustus 2011, Trans Sarbagita hanya menyisakan satu rute saja, yaitu Denpasar – Kampus Udayana di Garuda Wisnu Kencana (GWK).

I Wayan menjelaskan, menurutnya Trans Sarbagita menenggak Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta boros.

“Sekarang Sarbagita saya setop. Hanya saya teruskan yang ke Udayana, ke Jimbaran, di luar itu saya setop. Karena itu (pendanaan) tak lain dari APBD rugi minyaknya banyak-banyak rugi,” kata I Wayan.

Seperti hasil pantauan yang dikutip detikcom, bahwa di halte depan Universitas Udayana, Jl. Jend. Sudirman, Denpasar, Kamis (18/10) pukul 09.45 WITA, halte ini ramai calon penumpang. Di halte Sudirman 2 ini melayani jalur GOR Lilabuana, Denpasar – GWK, Jimbaran.

Halte bus ini cukup lapang dan terbuka. Berukuran hampir 5 meter, dengan luas sekitar 3 meter. Akses masuk ke halte ini pun termasuk ramah bagi difabel.

Tampak sebuah bangku panjang, terletak di sudut halte untuk menunggu bus. Di dinding halte terpasang papan pengumuman. Di papan tersebut menunjukkan jadwal keberangkatan dan rute bus.

Operasional bus dari GOR dimulai pukul 06.00 – 17.00 WITA. Sementara dari GWK dimulai pukul 07.30 – 19.00 WITA. Jeda waktu antarbus sekitar satu jam, namun jadwal kedatangan bus menyesuaikan situasi lalu lintas, karena tak punya jalur sendiri.

Salah seorang petugas yang ditemui mengatakan, lokasi ini merupakan salah satu halte tersibuk sehingga dijaga petugas.

“Yang dijaga petugas itu di pos keberangkatan, tempat lain ya di sini saja satu,” ujar petugas itu.

Dikatakannya, karena dominan lumayan mengatur flownya untuk saling koordinasi sama di pos keberangkatan. “Jadi biar bisa mengatur jumlah kapasitas penumpang,” kata petugas yang tak mau disebut namanya.

Ia menambahkan, beberapa penumpang masih banyak pengguna baru, yang belum memahami jadwal bus. Padahal jadwal sudah jelas dipasang di papan.

“Itu tugas kami. Kan banyak mahasiswa baru, belum tahu jadwal. Dulu kan jadwalnya 15 menit sekali, sekarang satu jam, jadi kadang harus diinformasikan,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, tiket Trans Sarbagita sebesar Rp 3.500 untuk umum dan Rp 3.000 bagi pelajar. Biaya angkutan pengumpan dari rumah menuju halte atau koridor sebesar Rp 3.000 untuk umum dan Rp 2.500 bagi pelajar.

Hits: 111

Tinggalkan Balasan