Mengenal Bus Oranye-Biru Yang Pernah Jadi Transportasi Utama Ibukota, MetroMini …

Jakarta, MobilKomersial.com – Warga Jakarta pasti sudah tidak asing dengan kendaraan yang memiliki ciri khas dengan warna oranye-biru dengan garis putih ditengahnya. Tentu saja semua pernah merasakan atau paling tidak tahu tentang transportasi satu ini. MetroMini, salah satu tipe bus di Jakarta yang memiliki kapasitas sekitar 20-30 tempat duduk.

Nama MetroMini sendiri diambil dari nama perusahaan yaitu PT MetroMini sebagai badan penyedia jasa angkutan kendaraan umum yang mengoperasikannya. MetroMini melayani 60 trayek-trayek dalam kota Jakarta yang setiap rutenya ditandai dengan suatu nomor khusus, misalnya MetroMini 92, S69, dll. Awalan S, T, B, U, P di depan nomor menandakan wilayah layanan operasi: Jakarta Selatan, Timur, Barat, Utara, atau Pusat. MetroMini yang melayani lintas wilayah tidak mendapat awalan huruf pada nomornya dan awalan x untuk rute patas AC.

Dahulu, Metromini diperkenalkan pada tahun 1962 oleh Gubernur Soemarno di Jakarta atas instruksi Presiden Sukarno. Tujuan awal dioperasikannya bus adalah untuk kebutuhan transportasi peserta Pesta Olahraga Negara Negara Berkembang atau Games of the New Emerging Forces (GANEFO). Pada awal operasionalnya belum ada manajemen yang dibentuk untuk mengelola bus-bus tersebut, dan MetroMini dikenal dengan sebutan “bus merah”.

Foto : Istimewa

Setelah pesta olahraga usai bus-bus merah ini tetap beroperasi dan oleh Gubernur Henk Ngantung di tahun 1964, dititipkan pada perusahaan swasta seperti Arion namun tak mampu dikelola dengan baik. Pada tahun 1976 PT Metromini didirikan bersamaan dengan Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja) untuk menaungi 152 orang yang mengoperasikan 313 bus mini atas instruksi Gubernur Ali Sadikin.

Pada tahun 1962, diketahui menurut Mal Siantar Nainggolan, salah satu komisaris perusahaan PT Metromini di tahun 1976, bentuk awal bus lebih mirip seperti roti tawar dengan gembung dibagian moncong depannya. Pada saat itu jenis bus ini yang digunakan adalah Bus Robur buatan Jerman Timur.

Masuk ke era 2000-an, banyak sekali permasalahan dalam pengoperasian MetroMini, ini dikarenakan berbagai permasalahan internal perusahaan yang dimulai pada tahun 1993 yang berimbas langsung pada buruknya pelayanan operasional MetroMini, dari 60 trayek hanya separuh yang masih aktif dan jumlah armada menyusut menjadi 1.000 bus dari sebelumnya tiga ribu armada.

Baca juga : Transjakarta Siapkan Integrasi Antar Bus dengan MRT dan LRT

Nah, apakah diantara Anda pernah ada yang merasakan tarif MetroMini Rp 25,-?. Pada tahun 1982, tarif MetroMini hanya Rp 100 per trayek sementara untuk pelajar dikenakan Rp 25. Seiring dengan perkembangan jaman, tarif mulai naik dengan memperhitungkan biaya BBM, biaya operasional kendaraan, operasional kantor, dan upah minimum provinsi. Pada tahun 2014 tarif menjadi Rp. 4.000 untuk umum dan Rp. 2.000 untuk pelajar. Namun pada tahun 2016 tarif turun menjadi Rp. 3.800,- kemudian Rp. 3,500,- untuk umum.

Selain warnanya yang ciri khas, Warga Jakarta juga mengenal MetroMini dari stiker stiker yang ditempel di dalam dan luar badan bus yang lucu dengan subjek seksual, do’a, kode trayek, hingga mengolok olok trend terbaru. Seperti:

  • Anda butuh waktu, kami butuh uang
  • Harap bayar dengan uang pas
  • Doa Ibu
  • Buronan Mertua
  • Bukan salah ibu mengandung, salah bapak ngga pakai sarung
  • Sekarang bayar besok gratis
  • An 3 dis (Anti Gadis)
  • Ber 2 1 7 an (Berdua Satu Tujuan)
  • The Me Is Three ~ Demi Istri
  • Thonk he love ~ Tong Khilaf (Jangan Khilaf)
  • Be are the kill us all come fuck ~ Biar Dekil Asal Kompak
  • Putus cinta sudah biasa, putus rokok merana, putus rem matilah kita
  • Sabar mas, ura sabar mabur ro ~ sabar mas, kalau ngga sabar terbang aja
  • Janda Baru Nenen ~ (Trayek) Juanda – Ps. Baru – Senen
Foto : Istimewa

Akhir-akhir ini  MetroMini makin tersingkirkan dengan adanya moda transportasi baru yang lebih ramah lingkungan dan lebih nyaman. MetroMini sering kali terlihat tidak laik jalan, dari tampilan dan juga asap knalpot yang hitam. Hal ini juga sangat menggangu pengguna jalan lain selain itu juga menjadi sumber polutan di Jakarta. Dan yang paling terkenal adalah tingkah laku supir yang terkenal ugal-ugal saat dijalanan.

Tapi semua hal itu tidak bisa merubah sejarah dan masa lalu yang mana MetroMini pernah menjadi transportasi penting untuk warga Jakarta.

Tinggalkan Balasan