Sewa Bus Pariwisata, Konsumen Berhak Tahu SIM, Kartu Pengawasan Sampai Kondisi Ban

sebagai konsumen, masyarakat berhak mengecek kelengkapan bus yang akan disewanya. Misalnya, SIM pengemudi, STNK berikut pajaknya apakah mati atau hidup serta kelayakan bus untuk beroperasi lewat surat uji kir-nya.

Sewa Bus Pariwisata, Konsumen Berhak Tahu SIM, Kartu Pengawasan Sampai Kondisi Ban

MobilKomersial.com – Pemerintah berusaha lebih serius lagi dalam melakukan pengawasan operasional bus pariwisata yang beroperasi di Tanah Air agar kasus-kasus kecelakaan fatal melibatkan bus pariwisata seperti terjadi di berbagai daerah seperti Puncak, Jawa Barat, dan di Cikidang, Sukabumi, yang menelan puluhan korban tewas, bisa diminimalisir.

.

Agar upaya ini efektif, Kementerian Perhubungan berusaha melibatkan peran serta masyarakat melakukan pengawasan langsung terhadap bus-bus pariwisata yang ada. Caranya adalah dengan memberikan penyadaran kepada mereka bahwa masyarakat sebagai konsumen atau pengguna bus pariwisata, berhak tahu lebih dulu kondisi kelayakan bus sebelum memutuskan menyewa bus tersebut untuk keperluan berwisata, ziarah atau keperluan lainnya.

.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, saat menghadiri sosialisasi keselamatan angkutan jalan di Bogor, Sabtu (29/9/2018) mengatakan, sebagai konsumen, masyarakat berhak mengecek kelengkapan bus yang akan disewanya. Misalnya, SIM pengemudi, STNK berikut pajaknya apakah mati atau hidup serta kelayakan bus untuk beroperasi lewat surat uji kir-nya.

.Sewa Bus Pariwisata, Konsumen Berhak Tahu SIM, Kartu Pengawasan Sampai Kondisi Ban

Tak hanya itu, calon penyewa juga berhak melihat wujud kondisi fisik dan kelengkapan bus secara visual, seperti kondisi ban apakah sudah gundul dan lain-lain.

“Masyarakat berhak mengetahui kondisi bus yang akan disewanya dengan memeriksa kelengkapan administrasi kendaraan, SIM, KIR dan lain-lain.  Kalau ternyata tidak sesuai, tolak saja busnya,” tegas Budi Setiyadi. Budi menekankan dalam menyewa bus jangan semata-mata mementingkan harga sewanya yang murah. Harga sewa bus yang miring berisiko mendapatkan bus yang sebenarnya tidak layak jalan. “Harga (sewa bus) bisa tawar-menawar, tapi jangan berprinsip dapat harga yang murah. Kalau prinsipnya mendapatkan harga murah pasti akan diberi mobil (bus) yang tidak nyaman,” beber Budi.

Budi juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan website Kementerian Perhubungan untuk mengecek kondisi bus pariwisata yang akan disewa. Melalui website ini masyarakat bisa mengetahui bus yang disewanya sudah terdaftar di Kemenhub atau tidak, serta kelayakan jalannya. Kartu pengawasan bus pariwsata yang akan disewa juga bisa dicek lewat website tersebut. Saat ini Kementerian Perhubungan menginventarisir ada 25.102 unit bus pariwisata yang beroperasi di Tanah Air yang dikelola oleh sekitar, 1.770 perusahaan.

.
Penulis: Arieffandi

Tinggalkan Balasan