Ternyata, Pengemudi Wanita Lebih Cepat Marah

Teori evolusi menunjukkan nenek moyang perempuan purba harus mengembangkan perasaan bahaya yang akut saat ada yang mengancam mereka dan anak-anak mereka jika gua mereka tidak dipertahankan saat orang-orang keluar berburu.

MobilKomersial.com – Studi telah dilakukan oleh Hyundai kepada 1.000 pengendara di Inggris. Para peneliti menemukan bahwa pengemudi wanita lebih gampang marah saat disalip, di teriaki, di klakson atau tidak menyalakan lampu sein. Dalam uji coba tersebut, didapat wanita lebih cenderung merespon dengan amarah daripada laki-laki.

Studi tersebut menemukan ada dua emosi dominan: kebahagiaan – secara intrinsik terkait dengan rasa kebebasan saat mengemudi – dan kemarahan saat pengendara merasa tidak terkendali.

.

Dikutip dari Carscoops, Secara psikologis, wanita memiliki nilai lebih tinggi daripada pria dalam kecerdasan emosional dan verbal, dan pada sifat kepribadian neurotisisme.

Teori evolusi menunjukkan nenek moyang perempuan purba harus mengembangkan perasaan bahaya yang akut saat ada yang mengancam mereka dan anak-anak mereka jika gua mereka tidak dipertahankan saat orang-orang keluar berburu.

.

Naluri ‘sistem peringatan dini’ masih relevan sampai sekarang, dan pengemudi wanita cenderung lebih sensitif terhadap rangsangan negatif, jadi marah dan frustrasi lebih cepat,” ujar Patrick Fagan, Ahli Psikologi Perilaku dari Universitas London.

Dari penelitian ini juga disimpulkan bahwa mendengarkan musik favorit di mobil jadi salah satu hal yang bisa mengurangi tingkat emosi wanita saat mengemudi. Selain itu membuat percakapan yang menarik dengan penumpang juga jadi hal positif dalam mengurangi sensitivitas emosi wanita.

Jadi, wajar saja kalau ada yang mengatakan “emak-emak dilawan,”
pengemudi wanita marah
pengemudi wanita marah

Hits: 117