B20 Sudah Mulai Diterapkan Banyak Pengusaha Truk “Teriak”

Inilah Jadwal Dan Rute Angkutan Barang Saat Lebaran 2018

MobilKomersial.com – B20 sudah mulai diterapkan oleh pemerintah. Hal tersebut tertuang dalam perpresnya yang sudah ditandatangani dan sudah diimplementasikan pertanggal 1 September 2018 lalu. Akan tetapi, dengan diterapkannya B20, banyak para pengusaha truk yang “teriak”. Hal ini dikarenakan mereka masih banyak yang memiliki armada-armada yang spesifikasinya belum memenuhi B20.

Untuk mengawal program ini pemerintah memberlakukan denda buat operator yang tidak melakukan termasuk pemasok bbm nya Rp. 6000 per liter. Dulu penerapan Biosolar walaupun sudah di tt di 2016 tapi penerapannya tidak pernah konsisten karena satu dan lain hal. Nyatanya di lapangan komposisi biosolar hanya B5 dan B10.

Seperti diketahui, investasi truk bukan untuk investasi dalam jangak pendek. Di negara kita yang utilisasi truknya rendah 50rb km per tahun diperlukan 20 tahun untuk mencapai titik maksimalnya beda dengan negara lain yang utilisasinya tinggi. APM sendiri hanya bisa menjamin truk keluaran 2016 keatas sejak Perpres itu keluar.

 

Terus apa yang harus dilakukan:

  1. Truk lama yang tidak dilengkapi oleh water separator segera dipasang water separatornya. sifat biosolar yang mengikat air mengakibatkan air ini bisa tersedot ke ruang bakar. Maka untuk menghindari terjadinya kerusakan mesin bagi truk2 yang belum ada water separator filternya harus segera dipasang. Vital sekali water separator untuk mencegah kerusakan mesin karena kondensasi ataupun oknum2 nakal yang mencampurkan air ke tanki.
  2. bersihkan tanki BBM. karena biosolar punya sifat detergensi yang tinggi dan juga korosif dia akan membersihkan kotoran yang ada di dalam tangki. tidak hanya tangki BBM tapi tangki SPBU tangki Induk dsb. Untuk tangki BBM akan diperlukan coating untuk mencegah korosi di tangki BBM.

  3. Cek Filter reguler di awal Oktober. Stok yang tersedia sekarang mungkin hanya bisa bertahan 2 minggu setelah itu stok B20 yang akan ada di spbu spbu. kotoran2 eks tangki berpotensi memampatkan filter.

  4. Percepat frekuensi penggantian oli dan filter oli solar dsb. Jangan menggunakan frekuensi penggantian rutin tapi percepat misal biasa 20rb km jadikan 15rb atau 10rb untuk mencegah terjadi Gel-ing di filter dan injector.

Sebagai pengusaha angkutan mungkin 4 hal tersebut yang bisa dikerjakan untuk memitigasi dampak B20 ke kendaraan yang sudah ada itu belum biaya akibat lebih borosnya bbm, potensi kerusakan mobil, dsb.

Biaya itu semua siapa yang tanggung?

 

 

Sumber : Indonesian Truckin – Kyatmaja Lookman

Hits: 421

Tinggalkan Balasan